Terungkap! Ini Alasan Hyundai Stargazer Trend Berhenti Dijual

Jakarta – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)  diketahui telah menghentikan produksi Hyundai Stargazer varian Trend dan digantikan oleh varian Essential.

Dengan hadirnya varian tersebut, tidak ada perubahan jumlah varian Stargazer yang ditawarkan ke konsumen.

Stargazer saat ini tetap tersedia dalam 4 varian; Active, Essential, Style, dan Prime.

New Stargazer

Stargazer Essential hadir menggantikan varian Trend. (Foto: HMID)

Woojune Cha selaku Presiden Direktur PT HMID pun menyampaikan alasan Stargazer varian Trend sudah tidak dijual.

“Kita melihat orang yang berminat membeli Stargazer varian ini kurang. Kemudian, kita melakukan improvement fitur dan sekalian ganti nama variannya,” ujar Woojune Cha di Jakarta belum lama ini.

Head of Marketing PT HMID, Astrid A. Wijaya juga mengatakan alasan yang sama.

“Kita sampai harus mengganti nama karena varian Trend itu sudah tergambar kelengkapannya seperti apa,” kata Astrid.

Ia berharap Stargazer Essential dapat lebih kompetitif di kelasnya di mana sudah disematkan beberapa fitur yang tidak ada di varian Trend.

Prime sebagai varian tertinggi saat ini masih menjadi penyumbang paling tinggi untuk penjualan Hyundai Stargazer.

“Kita merasa varian itu butuh pembaruan. Istilahnya, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar dapat memperkuat penjualan Stargazer di mana masih didominasi varian tertinggi, Prime sebesar 80 persen,” jelas Astrid.

Sebagai informasi, Hyundai Stargazer Essential telah mendapatkan tambahan fitur keamanan berupa Hill-Start Assist Control (HAC) yang berfungsi untuk mencegah mobil mundur saat menyalakan mesin dari posisi berhenti di jalan tanjakan.

Mobil tersebut juga sudah dilengkapi Tire Pressure Monitoring System (TPMS) agar pengguna dapat memantau kondisi angin pada ban mobil.

Interior Stargazer

Interior Stargazer. (Foto: HMID)

Untuk semakin memanjakan pengemudi saat berkendara, Stargazer Essential turut dibekali 4 mode berkendara, yakni Smart, Eco, Comfort, dan Sport.

Pengemudi dapat memilih salah satu mode berkendara ini sesuai dengan kebutuhan.

Mengenai harga, Stargazer Essential dibanderol Rp228,557 juta untuk varian MT dan Rp240,671 untuk varian IVT. Keduanya merupakan harga off the road.

Untuk harga On The Road (OTR) Jakarta, mobil tersebut dijual Rp258,8 juta untuk varian MT serta Rp272,5 juta untuk varian IVT.

Penulis: Nadya Andari
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 2,532

Ini Alasan Menurunkan Kaki Kiri Saat Berhenti dengan Sepeda Motor

Jakarta — Menurunkan kaki kiri terlebih dahulu saat berhenti dengan sepeda motor ternyata punya alasan yang logis.

Sayangnya masih banyak pengemudi yang belum memahami hal seperti ini.

Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora (DAM) mengatakan bahwa menurunkan kaki kiri saat berhenti dengan sepeda motor punya alasan keamanan.

“Hal ini dikarenakan lalu lintas di Indonesia adalah menggunakan lajur kiri, maka setiap menghentikan motor pasti berada di kiri jalan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pada saat berhenti, kendaraan akan melewati sisi kanan, maka dari itu penting sekali menurunkan kaki kiri terlebih dahulu.

alasan menurunkan kaki kiri

Selalu menggunakan perlengkapan keselamatan saat menggunakan sepeda motor (Foto: YIMM)

“Sehingga kendaraan di belakang cenderung melewati motor yang berhenti itu dari sisi kanan,” sambung Ludhy.

Alasan menurunkan kaki kiri saat berhenti dengan sepeda motor ini bisa dirasakan langsung bagi pengguna sepeda motor transmisi manual.

Letak transmisi sepeda motor manual berada di sisi kiri, sehingga akan lebih aman jika menurunkan kaki kiri terlebih dahulu.

“Untuk pengguna manual ketika menghentikan motor, saat kaki kiri menginjak aspal disarankan kaki kanan tetap menginjak pedal rem sampai motor benar-benar berhenti,” katanya.

Hal ini juga dapat dilakukan oleh para pengguna sepeda motor matik dengan membiarkan kaki kanan tetap di dek.

alasan menurunkan kaki kiri

Sepeda motor saat ini juga menjadi penyumbang polusi terbesar

Ludhy menyebut kedua kaki bisa diturunkan untuk menahan beban saat kondisi macet atau padat merayap.

Menurutnya kedua hal ini menjadi jawaban dari pertanyaan mengapa harus menurunkan kaki kiri terlebih dahulu ketika sedang berhenti dengan sepeda motor.

Kaki bagian kanan dinilai harus selalu berada di footstep untuk mengendalikan rem belakang pada motor manual.

Anjuran ini bahkan juga menjadi penilaian ketika seseorang hendak mengikuti ujian SIM C.

Ilustrasi Ujian Praktik SIM C yang Baru

(Foto: Satpas Cibinong Polres Bogor)

Rata-rata mereka yang menurunkan kaki kanan saat berhenti umumnya tak akan lolos ujian SIM karena dinilai kurang aman saat berkendara.

Maka dari itu, ketika hendak melakukan uji SIM jangan lupa hanya menurunkan kaki kiri saja saat tengah berhenti.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,185