Motor Listrik Alva Cervo Meluncur, Diklaim Buatan Indonesia

Jakarta — PT Ilectra Motor Group meluncurkan produk motor listrik keduanya untuk pasar Indonesia yaitu Alva Cervo.

Dalam momen peluncuran, Sabtu (27/5/2023) di Jakarta, perusahaan menyebut bahwa model anyar tersebut merupakan produk buatan Indonesia.

Motor Listrik Alva Cervo

PT Ilectra Motor Group meluncurkan produk motor listrik keduanya untuk pasar Indonesia yaitu Alva Cervo. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Hal ini disampaikan Rahmat Septriwan, Chief Operating Officer PT Ilectra Motor Group di hadapan wartawan.

“Yang jelas saya bisa bilang ini jelas bukan produk rebadge. Tim kami develop dari awal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rahmat menyebut timnya telah melakukan tahap desain styling, testing, hingga validasi sebelum produk ini diluncurkan.

Menurutnya, beberapa proses tersebut bahkan dilakukan di luar negeri untuk mengejar standar internasional.

Hal senada juga disampaikan Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer PT Ilectra Motor Group.

“Alva itu produksi Indonesia. Kita mendesain motornya, kita melakukan riset pemasaran dari sisi konsumen, dari sisi technical engineering,” kata Putu.

“Kita sudah bangun dari beberapa bulan yang lalu dan diproduksi di Cikarang,” sambungnya.

Dikatakan bahwa saat ini Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Alva Cervo adalah sebesar 43 persen.

Harga dan Spesifikasi Alva Cervo

Alva Cervo itu sendiri hadir dalam 2 varian yang terdiri dari 1 baterai dan 2 baterai.

Untuk varian yang dilengkapi 1 baterai dipasarkan Rp37,75 juta sedangkan untuk varian 2 baterai dilego Rp42,75.

Harga tersebut bersifat on the road untuk daerah Jabodetabek.

“Jarak tempuh dengan 2 baterai 125 km dengan kondisi di-dyno 30 km per jam,” kata Rahmat.

Diketahui, Alva Cervo dilengkapi dengan beberapa mode berkendara yang memengaruhi kecepatan maksimumnya.

Di samping itu, terdapat fitur Boost untuk menambah kecepatan motor listrik ini hingga di atas 100 km per jam.

Motor Listrik Alva Cervo

(Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Kehadiran model baru ini melengkapi jajaran motor listrik Alva yang sudah ada di Indonesia. 

Pada GIIAS 2022 lalu Alva One hadir sebagai produk perdananya.

Belakangan diketahui Alva One memiliki desain yang mirip dengan produk lansiran brand Spanyol, yaitu Arena VT3 dan Wellta Boreal.

Penulis: Mada Prastya
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 8,819

Blue Bird Bakal Tambah 500 Unit Mobil Listrik Buatan BYD –

Cina — Perusahaan penyedia jasa layanan transportasi PT Blue Bird Tbk dikabarkan akan menambah 500 unit mobil listrik buatan BYD pada tahun ini.

Langkah ini diambil lantaran Blue Bird menilai mobil listrik memiliki biaya operasional yang sangat rendah.

mobil listrik blue bird

e-Taxi Blue Bird BYD e6 mendapat respon positif dari driver dan konsumen. (Foto: Carmudi/Dimas)

Dilaporkan oleh Car News China yang mengutip Bloomberg, Blue Bird mengatakan sekitar 80% dari 500 unit mobil listrik yang dipesan akan masuk ke Indonesia tahun ini.

Model yang akan digunakan pun terdiri dari BYD E6 dan BYD T3 yang dianggap sangat cocok untuk digunakan di Indonesia yang beriklim tropis.

Presiden PT Blue Bird Tbk Sigit Priawan Djokosoetono menyoroti pentingnya mempertimbangkan harga dalam pemilihan unit yang akan dipakai.

Ia mengatakan  akan sangat sulit membebankan biaya kepada pelanggan jika tarifnya terlalu mahal.

Hal inilah yang menjadi poin utama yang dievaluasi pihaknya dengan cermat.

mobil listrik blue bird

Terlebih harga mobil listrik yang ditawarkan oleh BYD cukup memberikan peran penting bagi Blue Bird dalam mengambil keputusan.

Bahkan Sigit Priawan juga mengatakan bahwa perusahaan berlogo Burung Biru ini berencana membeli 50 unit mobil listrik Hyundai.

Tak hanya itu, mobil listrik BMW juga masuk dalam radar untuk sistem penyewaan.

Penambahan ini tentunya akan menambah portofolio perusahaan dalam menyediakan mobil listrik.

Walaupun saat ini Blue Bird masih memiliki sekitar 23.000 unit kendaraan berbahan bakar konvensional.

Selain menambah mobil listrik, Blue Bird juga berencana menambah armada berbahan bakar gas hingga 6.000 unit hingga tahun depan.

Dengan menggunakan mobil listrik dan gas, diharapkan perusahaan bisa memangkas biaya operasional.

Jika melihat hal tersebut, nampaknya peluang perusahaan untuk menambah armada bisa terbuka lebar.

Terlebih Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) antara Republik Indonesia dengan BYD di Shenzhen, Cina, Kamis (25/05/2023) lalu.

BYD sendiri saat ini bukanlah merek yang bisa dipandang sebelah mata.

Mobil Listrik BYD (Foto:

Pasalnya, merek Cina tersebut saat ini memiliki pangsa pasar kendaraan listrik global terbesar dan terus berkembang di Asia dan Eropa.

Bahkan pada 2022 lalu BYD memiliki total penjualan global yang menyentuh angka 1,85 juta unit.

Jumlah ini naik dibanding tahun 2021 lalu yang ada di angka 593.745 unit.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 3,545

Pakai Baterai Buatan Lokal, Harga Mobil Listrik Hyundai Bisa Turun?

Karawang – Mulai tahun depan mobil listrik Hyundai yang dipasarkan di Indonesia akan menggunakan baterai hasil produksi lokal. Harga mobil listrik Hyundai bisa saja turun.

Hyundai Motor Group melalui PT Hyundai Energi Indonesia (HEI) tengah membangun pabrik battery pack di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 32.188 meter persegi itu ditargetkan rampung dan memulai produksi massal pada paruh pertama 2024.

Baterai Mobil Listrik Hyundai

Baterai Hyundai Ioniq5 (Foto: Santo/Carmudi)

Baterai hasil produksi pabrik tersebut nantinya akan disalurkan ke pabrik perakitan mobil Hyundai yang dioperasikan oleh PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) untuk memenuhi pasokan baterai.

“Ya (baterainya) untuk mobil Hyundai, rencananya mulai tahun 2024,” ungkap Chang Oug Hong, President Director HEI, di sela-sela acara groundbreaking pembangunan pabrik, di Cikarang, Rabu (31/5/2023).

Saat ini untuk memenuhi pasokan baterai bagi mobil listrik Hyundai produksi lokal yakni Ioniq 5 masih impor dari luar Indonesia.

Jika nantinya pabrik battery pack yang didukung oleh PT HLI Green Power selaku perusahaan yang memproduksi sel baterai sudah berjalan dan mulai memasok baterai ke HMMI, maka bisa jadi harga mobil listrik Hyundai buatan lokal turun.

“Dahulu sebelumnya semua impor. Orang Indonesia yang mau beli mobil Hyundai harganya mahal. Sekarang dengan adanya value chain, semua ada di Indonesia, pasti harga (mobil listrik) turun,” terang Chang Oug Hong.

Dirinya belum bisa memastikan berapa persen harga mobil listrik Hyundai bisa turun, alasannya karena pabrik baru saja memulai pembangunan dan belum beroperasi penuh memproduksi maupun menyuplai baterai.

“Sekarang masih pembangunan, nanti tahun depan bisa dijelaskan lagi,” pungkas dia.

Pabrik Baterai Hyundai

Seremoni groundbreaking pembangunan battery system (Foto: Santo/Carmudi)

Pembangunan pabrik battery pack untuk mobil listrik Hyundai menelan biaya yang cukup besar, 60 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp900 miliar.

Dana tersebut diputuskan melalui pertimbangan matang dan terukur dari pirinsipal global Hyundai untuk memastikan rantai pasok kendaraan listrik berjalan maksimal.

Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 21.000 unit Battery System Assembly (BSA), hingga tahun depan, selanjutnya akan bertambah menjadi 56.000 BSA.

Pabrik HEI memiliki produksi 1,4 GWh dengan dua module production dan satu BSA production line hingga tahun depan.

Rencana ke depan ada penambahan satu module line dan dua BSA line serta memiliki kapasitas produksi 3,6 GWh sehingga total kapasitas bisa mencapai 5 GWh.

Penulis: Santo Sirait

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,713

Toyota Ekspor All New Yaris Cross Buatan Karawang ‘Keliling Dunia’

Karawang — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan seremonial produksi pertama serta ekspor model Toyota All New Yaris Cross ke beberapa negara.

Toyota All New Yaris Cross yang dibuat di Karawang, Jawa Barat ini nantinya akan dikirimkan ke lebih dari 25 negara.

Seremoni Toyota Yaris Cross Ekspor

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan seremonial produksi pertama serta ekspor model Toyota All New Yaris Cross ke beberapa negara. (Foto: Carmudi/Rizen)

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita turut hadir dalam seremoni yang digelar hari Selasa (13/6/2023) ini.

Agus mengungkapkan apresiasinya terhadap model elektrifikasi kedua Toyota yang diproduksi secara lokal dan menjadi komoditas ekspor.

Toyota mengeklaim bahwa produksi lokal All New Yaris Cross ini merupakan bentuk dukungan atas program Pemerintah dalam mengurangi emisi.

Toyota Yaris Cross Indonesia

Toyota menyebut produksi lokal All New Yaris Cross ini merupakan bentuk dukungan atas program Pemerintah dalam mengurangi emisi. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Dengan ini Toyota memberikan lebih banyak pilihan model elektrifikasi dan kendaraan hemat bahan bakar bagi beragam lapisan konsumen.

“Kami mendukung target ekspor All New Yaris Cross Toyota Indonesia versi bensin dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) pada tahun 2023 sebanyak 23.400 unit atau mencapai 60% dari total volume produksi,” ujar Agus Gumiwang pada kesempatan yang sama.

Seluruh Toyota All New Yaris Cross buatan Karawang ini nantinya akan menyasar wilayah mulai dari Asia dan Amerika Latin.

Agus berharap ke depannya mobil ini juga dapat diekspor ke Australia yang dinilai sebagai salah satu pasar potensial.

“Diharapkan, jumlah unit ekspor All New Yaris Cross akan terus meningkat dari tahun ke tahun dan yang paling utama adalah diharapkan bisa berhasil menembus pasar Australia,” sambung Menperin.

Toyota Yaris Cross Ekspor

Seremoni pengiriman unit pertama Toyota Yaris Cross. (Foto: Carmudi/Rizen)

Selain kontribusi ke pasar ekspor, Menperin juga mengapresiasi langkah Toyota Indonesia yang telah memiliki tingkat penggunaan komponen lokal (local purchase) mencapai 80% dengan melibatkan total 116 supplier lokal di mana 11 di antaranya merupakan supplier baru.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,302

Toyota Innova Zenix Buatan Indonesia Mendarat di Malaysia, Harga Rp500 Jutaan

Kuala Lumpur – Toyota Innova Zenix resmi mendarat di Malaysia. Harga yang ditawarkan untuk varian terendahnya sedikit lebih mahal ketimbang Innova Zenix di Indonesia.

Innova Zenix meluncur perdana di dunia alias world premiere di Indonesia. Produksinya pun dilakukan di Tanah Air oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk pasar domestik maupun ekspor.

Salah satu negara tujuan ekspor Innova Zenix adalah Malaysia. Kini mobil keluarga andalan Toyota itu telah mendarat di sana dan seremoni peluncurannya pun sudah terlaksana pada Rabu (21/6/2027).

Toyota Innova Zenix Malaysia

Toyota Innova Zenix meluncur di Malaysia (Foto: Toyota)

Innova Zenix yang dijual di Negeri Jiran dibawa dalam bentuk utuh atau Completely Build Up (CBU) dari Indonesia.

UMW Toyota Motor selaku agen pemegang merek Toyota di Malaysia memasarkannya dalam dua varian, yakni 2.0 V dan 2.0 HEV (Hybrid Electric Vehicles). Masing-masing harganya 165.000 ringgit atau sekitar Rp530 juta dan 202.000 ringgit atau Rp649 juta.

Sebagai perbandingan di pasar Indonesia sendiri, model yang sama hadir dengan lebih banyak varian, baik itu versi mesin bensin konvensional maupun hybrid. Harga untuk varian terendahnya berada di angka Rp400 jutaan.

Berikut daftar harga On The Road (OTR) Jakarta semua varian Toyota Innova Zenix per Juni 2023:

  • Gasoline 2.0 G CVT Rp423 juta
  • Gasoline 2.0 G CVT (Premium Color) Rp426 juta
  • Gasoline 2.0 V CVT Rp471 juta
  • Gasoline 2.0 V CVT (Premium Color) Rp474 juta
  • Hybrid 2.0 G HV CVT Rp464 juta
  • Hybrid 2.0 G HV CVT (Premium Color) Rp467 juta
  • Hybrid 2.0 V HV CVT Rp528,15 juta
  • Hybrid 2.0 V HV CVT Modellista Rp538 juta
  • Hybrid 2.0 V HV CVT Modellista (Premium Color) Rp541 juta
  • Hybrid 2.0 Q HV CVT TSS Rp607,15 juta
  • Hybrid 2.0 Q HV CVT TSS Modellista Rp617 juta
  • Hybrid 2.0 Q HV CVT TSS Modellista (Premium Color) Rp620 juta.
Toyota Innova Zenix Malaysia

Interior Toyota Innova Zenix di Malaysia (Foto: Toyota)

Spesifikasi Toyota Innova Zenix di Malaysia

Toyota Innova Zenix varian 2.0 V yang dijual di Malaysia dibekali mesin 2.0 liter Dynamic Force naturally-aspirated bertenaga 174 hp pada 6.600 rpm dan torsi 205 Nm pada 4.500-4.900 rpm. Mesin disandingkan dengan transmisi otomatis jenis CVT 10 percepatan.

Sedangkan varian 2.0 HEV menggendong mesin 2.0 liter Dynamic Force naturally-aspirated dengan motor listrik. Mesin dikawinkan dengan transmisi E-CVT sehingga mampu menghasilkan total tenaga sebesar 186 hp. Torsi yang dihasilkan mesin 188 Nm sedangkan motor listrik 206 Nm.

Panjang tubuh Innova Zenix mencapai 4.760 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.790 mm dan wheelbase 2.850 mm.

Toyota Innova Zenix Malaysia

Interior Toyota Innova Zenix di Malaysia (Foto: Toyota)

Mobil ini memiliki sejumlah fitur standar di bagian eksterior maupun interiornya. Berikut rinciannya.

Eksterior

  • LED headlights with automatic high beam, manual headlamp levelling
  • LED daytime-running lights, front fog lights
  • Combination tail lights
  • 18-inch alloy wheels (225/50 R18)
  • Chrome moulding
  • Automatic folding wing mirrors with welcome lamp

Interior Toyota Innova Zenix (Foto: Toyota)

Interior

  • 10.1-inch touchscreen infotainment display
  • Analogue instrument cluster with seven-inch colour TFT multi-info display
  • Wireless Apple CarPlay, Android Auto connectivity
  • Automatic climate control with rear control panel (blower adjustment)
  • Electric parking brake
  • Black leatherette upholstery
  • Tilt and telescopic adjustable leather steering wheel
  • Powered driver seat
  • Powered tailgate
  • USB-A and USB-C charging ports
  • Panoramic sunroof with powered sun shades (2.0 HEV).

Kedua varian, 2.0 V dan 2.0 HEV tersedia dalam lima pilihan warna, seperti Platinum White Pearl, Silver Metallic, Grey Metallic, Attitude Black Mica dan Avantgarde Bronze Metallic.

Penulis: Santo Sirait

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 3,670

Ini Dia Daftar Mobil Listrik Buatan Indonesia, Penasaran?

Mobil listrik buatan lokal di Indonesia sudah ada beberapa model.

Sejumlah produsen otomotif ternama menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Beberapa di antaranya seperti Toyota, Hyundai, Wuling, hingga DFSK.

Bahkan setiap tahunnya jumlah mobil listrik buatan Indonesia ini terus bertambah, sehingga mempertebal portofolio industri otomotif.

Melihat hal tersebut, harus diakui mobil listrik buatan Indonesia ini memiliki kualitas yang sangat baik.

mobil listrik buatan indonesia

(Foto: PLN)

Bahkan kualitasnya tidak kalah dengan mobil listrik impor.

Pemerintah juga terus mengajak berbagai produsen otomotif untuk melakukan investasi guna memproduksi berbagai kendaraan elektrifikasi secara lokal.

Semakin banyak produsen yang membuat mobil listrik secara lokal di Indonesia, semakin juga transfer teknologi terhadap industri otomotif.

Imbasnya tentu akan membuat industri otomotif Tanah Air semakin maju lagi.

Pada artikel ini kami ingin membeberkan beberapa daftar mobil listrik yang sudah mengusung label buatan Indonesia.

Hyundai Ioniq 5

Mobil listrik buatan Indonesia yang pertama di Indonesia ada Hyundai Ioniq 5. 

Kendaraan roda empat ini pertama kali meluncur pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 lalu.

Di ajang tersebut, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengatakan jika mobil listrik ini sudah dibuat di pabrik perakitan milik Hyundai di Cikarang, Jawa Barat.

Bahkan Presiden Joko Widodo menyaksikan dan menandatangani Hyundai Ioniq 5 yang diproduksi secara lokal. 

mobil listrik buatan indonesia

Hyundai Ioniq 5 sendiri hadir dengan beberapa kelebihan, salah satunya bisa menempuh jarak terjauh hingga 481 km dalam satu kali pengecasan. 

Mobil ini diklaim juga bisa dicas hingga 80% dalam waktu 18 menit menggunakan fasilitas ultra-fast charging.

Ia dibangun di atas platform Electric Global Modular Platform (E-GMP). Platform tersebut mampu meningkatkan handling ketika melibas tikungan dan stabilitas berkendara pada kecepatan tinggi.

HMID menawarkan mobil listrik buatan lokal tersebut dalam 2 varian yang terdiri dari Prime Standard dan Signature Standard. 

Dalam pengisian standard, varian Prime dan Signature Standard membutuhkan waktu 5 jam menggunakan wall charger atau AC charger hingga 100%.

mobil listrik buatan indonesia

Menariknya lagi, beberapa komponen Ioniq 5 dibuat dari material botol PET daur ulang.

Guna membuat 1 jok Ioniq 5 membutuhkan 32 botol plastik yang disterilkan, dihancurkan, dan diparut menjadi serpihan plastik.

Cat yang dipakai untuk bodi juga diklaim memiliki kandungan minyak yang diekstrak dari tanaman seperti lobak dan jagung.

Wuling Air EV

Mobil listrik buatan Indonesia lainnya ada Wuling Air EV. Bisa dibilang mobil listrik berukuran mungil ini juga punya nasib yang sama seperti Ioniq 5.

Sama-sama digandrungi! 

Bedanya, Hyundai Ioniq 5 lebih digandrungi masyarakat dengan ekonomi kelas atas lantaran harganya yang tinggi di atas Rp800 juta.

Sementara Wuling Air EV lebih mengincar segmen masyarakat kelas menengah dengan harga Rp200-300 jutaan.

mobil listrik buatan indonesia

(Foto: Wuling)

Angka penjualan Wuling Air EV di tahun 2023 ini mencapai 1.654 unit pada semester pertama. 

Sementara di tahun lalu distribusinya mencapai 8.000 unit.

Di Indonesia mobil listrik buatan lokal ini ditawarkan dalam 2 varian yakni Standard Range dan Long Range.

Versi Standard Range mampu menjelajah hingga 200 km, sedangkan Long Range hingga 300 km dalam satu kali pengisian.

Wuling Air EV hadir dengan paduan antara teknologi dengan berbagai fasilitas modern yang inovatif. 

Hal ini bisa dilihat dari adanya floating screen, futuristic center console, intelligent tech-dashboard, dan multifunction steering wheel yang hanya ada di tipe Long Range.

DFSK Gelora E

Mobil listrik buatan Indonesia lainnya ada DFSK Gelora E. Gelora merupakan mobil yang mengisi segmen komersial.

Bahkan bisa dibilang jika DFSK Gelora E menjadi satu-satunya mobil listrik komersial yang dijual secara resmi di Tanah Air.

DFSK Gelora E

(Foto: DFSK)

Awalnya PT Sokonindo Automobile (DFSK) menjual Gelora versi mesin bensin. Kemudian mereka memperkenalkan Gelora versi listrik murni.

Gelora E sendiri diproduksi di pabrik perakitan milik DFSK yang ada di Cikande, Tangeran, Banten.

Baterai yang digunakan memakai kapasitas 42 kWh dengan jarak tempuh mencapai 300 km dalam 1 kali pengisian.

Mobil ini juga didukung fast charging dari 20% ke 80% hanya dalam waktu 80 menit saja. 

Mobil listrik buatan Indonesia ini ditawarkan dalam 2 pilihan, yakni versi blind van dan minibus.

Per Februari 2023 lalu DFSK mengumumkan adanya penurunan harga dari Gelora E. 

Awalnya Gelora E blind van dijual Rp484 juta dan minibus dijual Rp582 jutaan.

Usai diproduksi lokal, versi blind van dijual dengan harga Rp350 juta dan minibus dijual Rp399 jutaan. 

Versi produksi lokal ini diklaim tidak memiliki perbedaan sama sekali dalam hal spesifikasi. Artinya, spesifikasinya masih sama persis dengan versi impor.

Kendaraan Elektrifikasi Lainnya

Sebenarnya masih ada lagi beberapa mobil listrik yang menyandang status buatan Indonesia.

Tapi sayangnya, beberapa mobil ini bukanlah mobil listrik murni melainkan kendaraan elektrifikasi seperti hybrid dan mild hybrid.

Yaris Cross Hybrid 

Salah satunya adalah Toyota Yaris Cross Hybrid yang sudah diproduksi lokal di pabrik Plant 2 dan 3 milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat.

mobil listrik buatan indonesia

(Foto: Mada Prastya/Carmudi)

Seluruh komponen baterai dikatakan sudah dibuat secara lokal. 

Merek asal Jepang ini dikatakan sudah menggelontorkan investasi senilai Rp2,5 triliun.

Kijang Innova Zenix 

Mobil listrik atau elektrifikasi buatan Indonesia lain ada Kijang Innova Zenix. 

Sama seperti Yaris Cross, mobil keluarga ini juga sudah dibuat lokal di Karawang, Jawa Barat.

Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid

All New Toyota Kijang Innova Zenix resmi menjadi mobil elektrifikasi pertama Toyota yang diproduksi secara lokal. (Foto: Carmudi/Rizen)

Bahkan Kijang Innova Zenix dikatakan menjadi kendaraan yang akan memenuhi kebutuhan domestik dan mancanegara. 

Beberapa negara tujuannya seperti Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Khusus baterainya, dibuat di Plant 2 milik TMMIN, sementara mesin diproduksi di Plant 3.

Wuling Almaz 

Kemudian mobil listrik buatan Indonesia lainnya ada Wuling Almaz. SUV bermesin hybrid ini sudah dibuat secara lokal di Cikarang, Jawa Barat. 

Pada akhir tahun 2022 lalu, Wuling mengatakan jika produksi lokal Almaz ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Namun, Wuling tetap melihat potensi impor ke luar negeri ke depannya. 

Suzuki Ertiga dan XL7 

Mobil hybrid yang diproduksi lokal lainnya ada Suzuki Ertiga dan XL7 bermesin mild hybrid

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan secara resmi produksi lokal Ertiga pada akhir tahun lalu.

Dikatakan jika mobil keluarga ini sudah mengandung komponen lokal hingga 80%. 

Biaya Perawatan Suzuki Ertiga Hybrid

(Foto: Suzuki)

Mobil dengan teknologi Suzuki Smart Hybrid ini membantu meningkatkan akselerasi kendaraan di awal.

Baik Ertiga dan XL7 sama-sama akan menembus pasar dunia seperti ASEAN, Meksiko, Amerika Latin, dan negara di Kepulauan Pasifik.

Sistem mild hybrid yang digunakan oleh kedua mobil ini dikombinasikan dengan Integrated Starter Generator (ISG) dengan baterai Lithium-Ion berkapasitas 10Ah 12V.

Kesimpulan 

Beberapa mobil di atas merupakan kendaraan listrik atau elektrifikasi yang sudah berstatus buatan Indonesia. 

Kami memprediksi jika ke depannya akan semakin banyak merek yang melakukan produksi lokal di Indonesia.

Hal itu dapat dilihat dari pernyataan Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian yang mengatakan jika Pemerintah bakal melonggarkan kewajiban perusahaan otomotif terkait penggunaan komponen lokal.

Chery Investasi mobil listrik di Indonesia

Agus mengatakan aturan wajib tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk mobil listrik diundur hingga 2026. 

Sebelumnya dikatakan jika aturan tersebut bakal direalisasikan pada periode 2022-2023 ini.

Kalau ke depannya semakin banyak mobil listrik buatan Indonesia, artinya industri otomotif Tanah Air juga dipastikan akan berkembang.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 2,590

Fakta 5 Mobil ‘Buatan’ Yamaha, dari Jepang hingga Amerika

Jakarta — Banyak orang mengetahui Yamaha adalah produsen motor ataupun alat-alat musik. Namun, mungkin tidak banyak yang tahu Yamaha juga pernah membuat mobil.

Adapun mobil buatan Yamaha merupakan hasil kerja sama dengan beberapa perusahaan lain.

Berdasarkan penelusuran Carmudi di berbagai sumber, Yamaha pernah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan otomotif terkenal seperti Toyota, Volvo, hingga Ford untuk membuat mobil.

Dilansir dari situs web Car Throttle, berikut ini adalah mobil-mobil buatan Yamaha.

Toyota Altezza RS200

Yamaha dan Toyota memiliki sejarah yang terbilang panjang terkait kerja sama dalam pembuatan mobil.

Toyota Altezza RS200

Toyota Altezza RS200. (Foto: amazon)

Yamaha pernah merancang mesin 3S-GE inline-4 untuk Toyota Altezza RS200. Mesin ini juga dibenamkan di Celica, MR2, dan Rav4.

Perlu diketahui, Toyota Altezza RS200 adalah satu-satunya mobil yang dilengkapi mesin 3S-GE generasi kelima dan terakhir.

Mobil tersebut mempunyai sistem timing katup variabel, katup titanium, dan tenaga mencapai 209 hp pada 7.600 rpm.

Toyota 2000GT

2000GT

Toyota 2000GT. (Foto: Ilustrasi)

Nama Toyota 2000GT mungkin kurang familiar bagi orang awam.

Yamaha dan Toyota juga pernah bekerja sama untuk pembuatan mobil lain berupa 2000GT yang bisa dibilang termasuk salah satu mobil paling diminati kolektor kelas kakap dunia saat ini.

Ada yang menyebut bahwa mobil tersebut sebenarnya merupakan proyek Yamaha bersama Nissan.

Namun pada akhirnya, Yamaha beralih ke Toyota untuk menghadirkan 2000GT.

Dibekali mesin GT straight-6 2,3 liter dan double camshaft, mobil ini dapat mencapai tenaga hingga 150 hp.

Dengan mesin tersebut, kecepatan maksimum yang bisa diraih mencapai 217 km per jam.

Tak heran, Toyota 2000GT termasuk salah satu mobil tercepat di masanya.

Lexus LFA

Selain Toyota, Yamaha juga pernah bekerja sama dengan Lexus untuk pembuatan Lexus LFA.

Lexus LFA

Lexus LFA. (Foto: carbuzz)

Mesin mobil ini dirancang oleh Yamaha di mana diklaim terbaik yang pernah dibuat.

Mesinnya berupa V10 4,8 liter yang dapat menghasilkan tenaga hingga 533 hp.

Volvo XC90 V8

Volvo XC90 V8

Volvo XC90 V8. (Foto: carpixel)

Volvo XC90 V8 dibekali mesin V8 3,4 liter yang dirancang Yamaha untuk bisa masuk pasar Sport Utility Vehicle (SUV) di Amerika Serikat.

Dengan mesin tersebut, Volvo XC90 V8 memiliki tenaga yang mencapai 311 hp pada 6.000 rpm.

Ford Taurus SHO

Mesin pada Ford Taurus SHO turut dirancang oleh Yamaha. Mesinnya adalah V6 3,0 liter yang mampu menghasilkan tenaga hingga 223 hp.

Di masanya, tenaga mesin tersebut dinilai tidak masuk akal. Mesin mobil ini melampaui beberapa mesin V8 milik Mustang Fox Body.

Penulis: Nadya Andari
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,433