Kelebihan dan Kekurangan DFSK Gelora E, Layak Dibeli? –

Sesi test drive yang diberikan oleh DFSK kepada kami untuk melakukan perjalanan dari Lampung ke Jakarta menggunakan Gelora E yang tentunya memberikan gambaran secara langsung mengenai kekurangan dan kelebihan mobil listrik komersial ini. 

Sebagai gambaran, jarak perjalanan yang kami tempuh lebih kurang 245 km yang dimulai dari Els Coffee di kawasan Kalibalau Kencana, Bandar Lampung menuju JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

kelebihan kekurangan gelora e

Yang cukup menarik, kami berhasil melakukan perjalanan ini hanya bermodalkan baterai penuh.

Iya, betul.

Kami melakukan perjalanan antar pulau ini hanya dengan memanfaatkan tenaga yang ada di baterai tanpa melakukan pengisian sekalipun selama perjalanan.

Kelebihan dan Kekurangan DFSK Gelora E

Sebelum kami memulai mengenai impresi berkendaranya, kami akan membahas terlebih dahulu mengenai kelebihan dan kekurangan dari mobil listrik DFSK Gelora E.

Kelebihan DFSK Gelora E

Kelebihan DFSK Gelora E yang pertama tentu harganya, dong.

PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia sudah menurunkan harga dari Gelora E.

Hal ini disebabkan oleh strategi DFSK untuk merakit secara lokal Gelora E.

Mobil yang mengisi segmen komersial ini pada 2021 lalu masuk ke dalam negeri dengan status unit Completely Built Up (CBU) dari Cina.

Hal inilah yang membuat harga jualnya kala itu menjadi mahal. 

kelebihan kekurangan gelora e

(Foto: DFSK)

Pada saat peluncuran, DFSK memperkenalkan 2 tipe yang terdiri dari minibus dan blind van.

Versi minibus dijual dengan harga Rp582,1 juta sedangkan blind van dijual dengan harga Rp484 jutaan.

Namun, per Februari 2023 lalu, DFSK mengumumkan bahwa Gelora E sudah diproduksi secara lokal.

Hal inilah yang membuat harga jualnya terpangkas jauh dari sebelumnya.

Versi produksi lokal untuk minibus kini dijual Rp399 juta sedangkan blind van dijual Rp350 juta.

Terlebih versi produk lokal ini sudah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35%.

Selisih ini tentunya menjadi kelebihan dari DFSK Gelora E.

Kelebihan lainnya dari DFSK Gelora E yakni dimensi yang cukup ideal sebagai mobil komersial ringan.

Di atas kertas, dimensinya cukup memudahkan untuk dikendarai.

Dimensi DFSK Gelora E

Panjang 4.500 mm
Lebar 1.680 mm
Tinggi 2.000 mm
Wheelbase 3.050 mm

Desainnya yang boxy atau mengotak juga salah satu alasan yang membuat mobil ini mudah dikendarai.

Spion mampu memberikan visibilitas dengan mudah dan jelas lantaran bodinya terlihat lurus dari depan sampai belakang tanpa adanya lekukan.

Jika dilihat secara data, dimensi dari DFSK Gelora E sepertinya terlihat kecil, ya. Tapi jangan salah, kelegaan kabinnya ternyata cukup bagus, lho. 

Kelebihan dan kekurangan DFSK Gelora E

Baik menjadi penumpang depan maupun belakang, ruang kaki dan kepalanya cukup lega.

Hal ini tentunya menjadi salah satu kelebihan dibanding kekurangan DFSK Gelora E.

Walaupun termasuk mobil komersial, tetapi DFSK memberikan AC pada masing-masing tipe.

Jadi kalau kalian berniat membeli Gelora E, jangan takut kepanasan.

Tipe minibus dan blind van sama-sama dibekali AC, kok!

Adanya AC ini tentunya menjadi poin penting pendukung kenyamanan saat berkendara.

Oh iya, tipe minibus bahkan juga dibekali dengan AC double blower untuk memberikan kenyamanan penumpang belakang.

Tapi untuk tipe blind van hanya mengandalkan AC di depan saja, ya. 

Bagaimana dengan fiturnya? Apakah sebanding dengan harganya?

Bicara soal fitur, kami bilang Gelora E tergolong biasa saja alias standar.

kelebihan kekurangan gelora e

Maklum, mobil untuk keperluan komersial umumnya tak dibekali banyak fitur demi memangkas harga jual.

Kira-kira ada fitur apa saja di mobil ini?

Berikut daftar fitur DFSK Gelora E:

  • Rem depan cakram 
  • Rem ABS
  • Electronic brake distribution 
  • Sensor parkir
  • Pengaturan spion elektrik 
  • Remot alarm central lock
  • Kamera mundur 
  • Power window 
  • Electric power steering 
  • Lampu kabut 
  • Head unit 8 inci touch screen
  • Lighter charger
  • Cup holder 

Kalau dilihat-lihat, mobil listrik komersial dengan harga mulai dari Rp350 jutaan ini rasanya cukup lumayan lah, ya.

Kelebihan lain dari DFSK Gelora E tentunya ada pada jarak tempuh yang cukup jauh.

Merek asal Cina ini mengeklaim jika Gelora E memiliki daya jelajah hingga 300 km.

Daya jelajah ini dihasilkan baterai berkapasitas 42 kWh yang tertanam di bagian bawah.

Torsi yang dihasilkan juga cukup oke, sekitar 200 Nm.

Kelebihan lain yang ada di mobil ini yakni adanya pilihan mode berkendara.

Pilihannya terdiri dari R (mundur), D (drive), N (neutral), dan E (Eco).

Pilihan mode berkendara ini bisa digunakan lewat tombol transmisi berbentuk putaran yang terletak di konsol tengah.

Anda yang ingin menghemat baterai bisa menggunakan mode E supaya lebih irit.

Selebihnya, sama seperti mobil matik pada umumnya, kok.

Walaupun statusnya sebagai mobil pekerja, tetapi DFSK memberikan fitur fast charging di mobil ini. 

Klaim yang diberikan oleh DFSK adalah mobil ini bisa dicas dari 20% hingga 80% hanya dalam waktu 80 menit saja. 

Sementara ketika baterainya kosong atau 0% hanya perlu waktu 2,5 jam untuk mengisi hingga 100%. 

Namun, saat memakai standard charging, waktu yang diperlukan untuk mengecas dari 0-100% sekitar 8 jam. 

Baik tipe minibus maupun blind van, sama-sama diklaim mampu menggendong beban seberat 2 ton lebih. 

Untuk minibus diklaim mampu membawa beban hingga 2,1 ton sementara versi blind van bisa mengangkut beban sampai 2,6 ton.

Maklum saja, versi blind van hanya dibekali 2 jok di depan saja sementara bagian belakangnya kosong. 

Kekurangan DFSK Gelora E

Setelah membahas kelebihan, kali ini kami akan mengupas tentang kekurangan dari DFSK Gelora E.

Salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah suspensi.

Tapi, tenang dulu suspensi keras ini tentu punya maksud dan tujuan.

Sebagai salah satu mobil pekerja, suspensi keras ini berguna untuk membawa beban berat.

Jika dilihat, suspensi belakang mobil ini memakai tipe per daun yang terdiri dari 5 lembar dengan tambahan stabilizer

Sementara suspensi depannya menggunakan macpherson independent dengan stabilizer

Baik duduk di depan maupun di belakang, kami merasa kurang nyaman apalagi ketika melewati jalan rusak.

Kerasnya suspensi ini juga diimbangi dengan jok yang karakternya cukup keras juga.

Tapi sekali lagi harus diingat bahwa mobil ini memang dikhususkan sebagai mobil pekerja sehingga kenyamanan berkendaranya harus dikorbankan.

Pada saat kami duduk di jok baris ketiga tipe minibus, bagian bawah jok terasa seperti ada besi yang mengganjal yang membuat kami merasa kurang nyaman duduk di situ. 

Ketika menghantam jalan rusak, bantingan saat duduk di jok baris ketiga ini terasa seperti mengocok perut lantaran posisi jok baris kedua berada tepat di atas roda belakang.

Mungkin saja jalan Lampung saat kami lewati memang banyak jalan rusak, atau bisa juga tekanan ban saat itu terlalu keras.

Kekurangan DFSK Gelora E yang harus diakui yakni material yang ada di dalam kabin terasa murah.

Hal ini dapat dilihat dari plastik-plastik yang menghiasi area kabin dari depan hingga belakang.

Kelebihan dan kekurangan DFSK Gelora E

Namun ,rasanya wajar jika mobil pekerja memang tidak dibekali dengan material berkualitas demi memangkas harga agar murah.

Tapi sah-sah saja jika memasukkan hal ini ke dalam poin kekurangan yang ada di mobil buatan Cikande, Serang, Banten.

Beberapa poin di atas merupakan kelebihan dan kekurangan yang bisa Carmudian lihat dari DFSK Gelora E yang menjadi mobil komersial listrik pertama yang dijual di Indonesia.

Tertarik membeli mobil produksi lokal ini?

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 3,848

Ragam Aksesori Mitsubishi XForce yang Bisa Dibeli, Ada Diskon 10 Persen

Tangerang – Aksesori untuk menambah ganteng Mitsubishi XForce sudah tersedia. Konsumen bisa membelinya bersamaan dengan pemesanan mobil.

Mitsubishi XForce baru saja menjalani debut global di Indonesia dalam event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di Tangerang. Peluncurannya dilaksanakan di hari pertama penyelenggaraan pameran otomotif tersebut tepatnya pada Kamis, 10 Agustus.

Mitsubishi XForce

Mitsubishi XForce di GIIAS 2023 (Foto: Santo/Carmudi)

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menawarkan produk Sport Utility Vehicle (SUV) terbarunya itu dalam dua pilihan varian, yakni Ultimate CVT dan Exceed CVT. Masing-masing varian dibanderol Rp412,9 juta dan Rp379,9 juta On The Road (OTR) Jakarta.

XForce memiliki tampilan luar yang futuristik dan interior yang luas dengan banyak ruang penyimpanan barang bawaan.

Kendati secara tampilan luar dan dalam XForce sudah sangat menarik, tapi MMKSI tetap menawarkan aksesori bagi penggunanya untuk membuat mobil lebih personal, unik dan tentunya berbeda dari lainnya.

Aksesori Mitsubishi XForce

Rear Under Garnish (Foto: Santo/Carmudi)

Total ada 10 aksesori untuk Mitsubishi XForce yang bisa didapat oleh konsumen. Harga yang ditawarkan untuk masing-masing aksesori bervariasi, paling murah Rp500 ribuan sampai yang termahal Rp4 jutaan.

Bagi konsumen yang melakukan pemesanan aksesori berhak memperoleh diskon hingga 10 persen. Promo diskon ini berlaku selama periode program berlangsung mulai Agustus sampai November.

Aksesori Mitsubishi XForce

Tailgate Spoiler (Foto: Santo/Carmudi)

“Di event spesial ini di GIIAS 2023 kami juga memberikan apresiasi kepada konsumen pada saat melakukan pembelian XForce dengan memberikan diskon hingga 10 persen untuk paket aksesori XForce,” ungkap Eiichiro Hamazaki Director of After Sales Division MMKSI, di sela-sela GIIAS 2023.

“Mitsubishi XForce dengan aksesori bisa dilihat di booth kami yang berada di Yamaha Corner yang berwarna putih. Di situ ada kendaraan yang sudah dipasang aksesori,” sambungnya.

Aksesori Mitsubishi XForce

Mitsubishi XForce dengan aksesori (Foto: Santo/Carmudi)

Berikut daftar aksesori untuk Mitsubishi XForce beserta harganya:

  • Engine Hood Emblem Black/Silver Rp560 ribu
  • Front Under Garnish Rp2,91 juta
  • Luggage Tray Rp670 ribu
  • Mud Guard Rp780 ribu
  • Rear Under Garnish Rp2,8 juta
  • Side Door Garnish Rp3,16 juta
  • Tailgate Spoiler Rp1,58 juta
  • Wheel Lock Nut Rp530 ribu
  • New Dashcam Rp4,52 juta
  • Side Visor Rp900 ribu.

Seperti diketahui, XForce merupakan SUV 5 seater yang dikembangkan secara khusus agar cocok digunakan di wilayah ASEAN.

XForce (Foto: Santo/Carmudi)

XForce telah dibekali dengan sejumlah fitur unggulan, di antaranya Drive Mode (Normal, Wet, Gravel, Mud), Dynamic Sound Yamaha Premium, Floor Console Box with Armrest & Cooling Function, dan Active Yaw Control (AYC).

Model ini nantinya akan diproduksi secara lokal dipabrik milik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Bekasi, Jawa Barat.

Tak cuma di Indonesia, XForce juga bakal dipasarkan di negara-negara ASEAN lainnya, Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.

Penulis: Santo Sirait

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,132

Rangka eSAF Honda Bisa Dibeli di Diler, Segini Harganya

Jakarta — Rangka Enhanced Smart Architecture Frame (eSAF) yang digunakan di beberapa skuter matik Honda kerap belakangan ini ramai disinggung kualitasnya.

Penyebabnya adalah banyak pemilik motor honda mendapati bagian rangka eSAF Honda miliknya sudah keropos.

Bahkan ada juga yang mengalami kejadian rangka tersebut patah ketika sedang digunakan beraktivitas.

Menurut laman resmi PT Astra Honda Motor (AHM), sasis tersebut dibuat dengan teknologi baru agar sepeda motor tetap ringan dan tangguh.

rangka esaf honda

Kehadiran sasis eSAF di skuter matik Honda ini dikatakan oleh AHM mampu memberikan ruang lebih pada bagasi dan membuat pergerakan kian lincah.

Tak hanya itu, kapasitas tangki BBM juga membesar dan motor bisa lebih mudah dikendalikan di segala kondisi jalan.

Ahmad Muhibbudin, General Manager Communication PT AHM buka suara terkait fenomena keropos pada sasis eSAF di Honda ini.

“Harus diketahui dulu faktor apa yang menyebabkan sasis motor keropos. Jadi perlu dilakukan pemeriksaan langsung,” ujarnya dikutip dari berbagai sumber.

rangka esaf honda

Konsumen yang mendapati sasis eSAF yang keropos bisa segera melakukan klaim garansi ke bengkel resmi.

Honda memberikan garansi part atau komponen selama 1 tahun atau 10 ribu kilometer (mana yang tercapai lebih dulu).

Dalam laman resmi Daya Partshop milik Daya Adicipta Motora (DAM) selaku main dealer Honda wilayah Jawa Barat tertera harga rangka tersebut dibanderol Rp1,1 jutaan.

Konsumen dapat melakukan pemesanan rangka eSAF Honda dengan kode 50100K1AN00 untuk All New BeAT, Genio, dan Scoopy generasi terbaru.

Rangka tersebut juga digunakan oleh Vario 125 hingga Vario 160.

honda vario 160

Di media sosial banyak beredar kabar bahwa para pemilik motor Honda dengan rangka baru tersebut mengeluh lantaran mudah keropos.

Umumnya keropos ini ditemui di kendaraan yang baru diterima hingga yang sudah digunakan selama beberapa bulan.

Titik keropos umumnya terdapat di area bawah dek hingga area sambungan yang terdapat bekas las.

Fenomena ini semakin membesar ketika banyak pengguna yang membagikan video keluhan tentang keroposnya rangka tersebut.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 2,847