Biaya, Syarat, dan 6 Fakta SIM B1

Masyarakat yang hendak membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) golongan B1 ada baiknya mengetahui biaya, syarat, dan hal lain yang diperlukan untuk bisa mendapatkannya.

SIM

Masyarakat yang hendak membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) golongan B1 ada baiknya mengetahui biaya, syarat, dan hal lain yang diperlukan untuk bisa mendapatkannya. (Foto: Ilustrasi)

Diketahui, SIM itu sendiri merupakan dokumen yang wajib dimiliki oleh para pengemudi kendaraan bermotor.

Hal itu tertuang dalam Pasal 77 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan,” tulis pasal tersebut.

Kebutuhan untuk memiliki sebuah SIM makin krusial bagi masyarakat yang berprofesi di belakang lingkar kemudi.

Dalam hal ini contohnya adalah para sopir kendaraan penumpang atau barang. Tak jarang kepemilikan SIM B1 menjadi persyaratan untuk bisa melamar pekerjaan sopir tersebut.

Truk engkel pakai ban belakang single (Foto: Hinoline)

(Foto: Hinoline)

Dalam ulasan kali ini, Carmudi akan menjabarkan beberapa fakta tentang SIM B1, mulai dari biaya hingga syarat pembuatannya.

1. Perbedaan SIM B1 dan B2

Perbedaan antara SIM B1 dan B2 bisa dilihat dalam Pasal 20 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

SIM B1 berlaku untuk mengemudikan mobil penumpang atau barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.

SIM B2 berlaku untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

Berdasarkan penjelasan tersebut, SIM B2 tampak membutuhkan keterampilan yang lebih tinggi dari pada B1. Hal tersebut mengingat jenis kendaraannya yang lebih kompleks dan berat.

Perbedaan tersebut juga memengaruhi beberapa hal lain, seperti persyaratan atau biaya pembuatannya.

2. Biaya Pembuatan SIM B1

Biaya pembuatan SIM secara keseluruhan tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Polri.

Diketahui, biaya penerbitan baru SIM B1 adalah sebesar Rp120 ribu sedangkan untuk biaya perpanjangan masa berlaku adalah Rp80 ribu.

Hal itu artinya biaya pembuatan atau perpanjangan SIM B1 sama dengan dengan golongan A dan B2.

Informasi lebih detail mengenai biaya pembuatan dan perpanjangan SIM B1 serta golongan lainnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Penerbitan SIM Baru

  • Rp120 Ribu = A, A Umum, B1, B1 Umum, B2, B2 Umum
  • Rp100 Ribu = C, C1, C2
  • Rp50 Ribu = D, D1
  • Rp250 Ribu = Internasional

Perpanjangan SIM

  • Rp80 Ribu = A, A Umum, B1, B1 Umum, B2, B2 Umum
  • Rp75 Ribu = C, C1, C2
  • Rp30 Ribu = D, D1
  • Rp225 Ribu = Internasional

Adapun biaya yang disebutkan di atas baru sebatas PNBP semata, belum termasuk biaya lainnya, seperti tes kesehatan atau asuransi.

3. Syarat Umur Pembuatan SIM B1

Pada umumnya masyarakat mengetahui usia bagi seseorang untuk mengajukan pembuatan SIM A atau C adalah 17 tahun.

Namun, beda halnya batas minimum usia untuk pembuatan SIM B1 yang dipatok 20 tahun.

Sementara itu, batas usia minimum untuk pembuatan SIM B2 adalah 21 tahun.

Hal tersebut diatur dalam Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam pasal yang sama ditegaskan bahwa untuk mendapatkan sebuah SIM maka setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan telah lulus ujian.

4. Syarat Administrasi SIM B1

Persyaratan administrasi untuk membuat SIM golongan B1 pun agak berbeda dengan SIM A atau C.

Diketahui, pemohon SIM B1 harus sudah memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan.

Sementara itu, untuk pemohon SIM B2 harus sudah memiliki SIM B1 minimal 12 bulan.

Hal tersebut tertuang dalam Pasal 81 Ayat 6 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Persyaratan administrasi lainnya yang juga harus dipenuhi, antara lain pemohon harus memiliki identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), melakukan pengisian formulir, dan rumusan sidik jari.

5. Bisa Digunakan untuk Nyetir Mobil Biasa

Salah keuntungan memiliki SIM B1 ialah bisa digunakan untuk mengendarai kendaraan lain yang sejatinya membutuhkan golongan SIM setara atau di bawahnya.

Sebagai contoh, SIM B1 bisa digunakan untuk mengendarai kendaraan yang membutuhkan SIM golongan A.

Kemudian SIM B1 Umum juga bisa digunakan untuk mengendarai kendaraan yang butuh SIM B1, SIM A, SIM A Umum, atau SIM B1.

Hal serupa juga berlaku untuk mereka yang memiliki SIM B2.

Semua itu diatur dalam Pasal 84 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dengan kefleksibelan seperti itu, mereka yang berprofesi sebagai sopir profesional jadi memiliki kesempatan lebih besar untuk mengendarai berbagai jenis kendaraan.

Tanpa mengharuskannya untuk mengajukan golongan SIM lain yang secara teori kelasnya berada di bawah B1.

6. Lokasi Pembuatan SIM B1

Berdasarkan informasi, pembuatan SIM B1 dapat dilakukan di kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM masing-masing daerah.

Tergantung dari domisili pada KTP calon pemohon SIM tersebut. Dengan kata lain pembuatan SIM B1 tidak bisa dilakukan di layanan SIM keliling atau semacamnya.

Ilustrasi Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C

(Foto: Carmudi)

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa SIM B1 merupakan syarat yang harus dimiliki oleh seseorang jika ingin mengendarai kendaraan mobil penumpang atau barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.

Terdapat beberapa persyaratan penting untuk mengajukan SIM B1, di antaranya persyaratan usia yang minimalnya adalah 20 tahun.

Hal ini berbeda dengan persyaratan usia SIM A atau SIM C yang minimalnya 17 tahun.

SIM B1 Bisa untuk Mobil Pribadi?

Salah satu keuntungan memiliki SIM B1 ialah bisa digunakan untuk mengemudikan kendaraan yang membutuhkan golongan SIM di bawahnya.

SIM B1 bisa digunakan untuk mengemudikan kendaraan yang membutuhkan SIM A.

Bukan tanpa aturan, hal yang menjadi landasannya adalah Pasal 84 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berapa Biaya SIM B1 Nembak?

Biaya pembuatan SIM B1 “nembak” tentunya akan lebih mahal dibandingkan dengan biaya langsung yang hanya Rp120 ribu saja (hanya PNBP).

Walaupun cara “nembak” menggiurkan, tapi tidak disarankan untuk dilakukan karena menyimpang dari prosedur yang sudah ditetapkan.

Perbedaan SIM B1 dan B2?

Menurut undang-undang, SIM B1 dan B2 dibedakan berdasarkan jenis dan bobot kendaraannya

SIM B1 berlaku untuk mengemudikan mobil penumpang atau barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.

SIM B2 berlaku untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

Penulis: Mada Prastya
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 9,242

Sejarah dan Fakta Menarik Baterai Mobil Listrik, Pantas Harganya Mahal

Informasi tentang baterai mobil listrik kerap dicari seiring meningkatnya minat masyarakat Indonesia atas kendaraan listrik.

Pemerintah ingin mengintegrasikan seluruh kekayaan alam untuk menjadi satu barang yang dibutuhkan, yaitu baterai dan komponennya sehingga ekosistem mobil listrik besar dapat tercipta.

Baterai Suzuki Ertiga Hybrid

Baterai Ertiga Hybrid. (Foto: Suzuki)

Namun, merealisasikan keinginan tersebut bukan hal yang mudah.

Ada tantangan yang harus dihadapi, yakni lokasi berbagai hasil tambang tersebar di beragam wilayah Indonesia.

Misalnya, Nikel di Sulawesi, Tembaga di Papua, Timah di Bangka Belitung, dan lain-lain.

Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah pun menargetkan ada 400 ribu kendaraan listrik di Indonesia pada 2025 mendatang.

Diklaim sudah ada komitmen serta kerja sama antara Pemerintah, masyarakat, dan swasta yang baik untuk mencapai target tersebut.

Saat ini, terdapat berbagai jenis mobil listrik yang ditawarkan untuk masyarakat Tanah Air, mulai dari HEV (Hybrid Electric Vehicle), PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle), dan lain-lain.

Sementara itu, beberapa model mobil ini di Indonesia seperti Hyundai Ioniq 5, Hyundai Kona Electric, Wuling Air EV, dan sebagainya.

Sejarah Baterai dan Mobil Listrik

Berdasarkan penelusuran Carmudi, mobil listrik sudah ada sejak 1800-an.

Mobil ini pertama kali dirancang Robert Anderson dan Thomas Davenport pada tahun tersebut.

Jika Carmudian melakukan penelusuran di internet dengan kata kunci “first electric car”, akan muncul nama Robert Anderson yang dikenal sebagai penemu mobil listrik pertama pada 1830-an.

Ada beberapa penemu yang melakukan eksperimen terkait dengan pembuatan mobil listrik di masa itu.

Di masa sekarang, sebagian besar orang mungkin tidak mengetahui Robert Anderson.

Mereka hanya tahu Elon Musk sebagai pendiri merek Tesla.

baterai mobil listrik

Baterai mobil listrik. (Foto: Carmudi)

Tesla pertama kali memasarkan mobil listriknya, Roadster, pada tahun 2008 yang cukup banyak diminati hingga sekarang.

Di sisi lain, mengenai baterai mobil listrik, tentu dulu teknologi perkembangan baterai tersebut belum secanggih masa kini.

Robert Anderson dan Thomas Davenport baru dapat menggunakan baterai yang tidak bisa diisi ulang.

Baru pada era 1860-an, Gaston Plante dari Prancis menemukan rechargeable lead-acid battery.

Kemudian, Camille Faure dari negara yang sama menyempurnakan desain baterai yang bisa dicas.

Hal ini membuat mobil listrik dinilai aman digunakan serta praktis.

Bahkan, mobil ini sempat populer di masa itu.

Namun, popularitas mobil listrik sempat meredup karena teknologi mesin pembakaran dalam yang semakin maju.

Selain itu, harga mobil konvensional yang lebih murah juga menjadi alasan lain mobil listrik jadi kurang diminati.

Tapi sekarang, mobil listrik kembali populer.

Seperti diketahui, Pemerintah saat ini tengah berupaya membangun ekosistem mobil listrik di Indonesia.

Cicilan Kredit Kia EV6 GT-Line

Tampilan mobil listrik. (Foto: Carmudi)

Sebagai informasi, sejarah mobil listrik di Indonesia baru dimulai pada tahun 2012.

Meskipun pengembangan mobil ini sering mengalami masalah, tapi pengembangannya kini sangat didorong oleh Pemerintah.

Fakta Baterai dan Mobil Listrik

Ada beberapa fakta menarik mengenai baterai dan mobil listrik.

Berikut ini adalah fakta-faktanya yang Carmudi rangkum dari berbagai sumber.

Harga Mobil Listrik Mahal

Hyundai Ioniq 5

Hyundai Ioniq 5. (Foto: Carmudi)

Sebagian besar mobil listrik yang ditawarkan di Indonesia mahal.

Contohnya, Hyundai Ioniq 5 yang kini dibanderol Rp748-859 juta, Kia EV6 Rp1,299 miliar, dan lain-lain.

Mungkin Carmudian bertanya-tanya, kenapa harga mobil listrik bisa mahal?

Jawabannya sederhana, yaitu sulitnya mendapatkan bahan baku lithium yang digunakan.

Harus ditambang, lalu diproses dalam waktu yang cukup lama.

Meski demikian, Indonesia mempunyai stok yang melimpah.

Sebagai informasi, sebagian besar motor maupun mobil listrik yang ada saat ini menggunakan baterai lithium.

Baterai berfungsi untuk menyimpan energinya di mana menjadi komponen inti atau bisa dibilang “nyawa” kendaraan listrik.

Bahan Baku Punya Berbagai Manfaat

Baterai lithium pada kendaraan listrik terbuat dari berbagai bahan baku, di antaranya kobalt.

Namun saat ini, yang tengah jadi perbincangan hangat adalah nikel.

Tidak hanya bisa digunakan sebagai bahan baku baterai lithium, nikel juga punya manfaat lain untuk kehidupan sehari-hari.

Salah satunya, sebagai bahan campuran untuk membuat stainless steel di mana dapat dijumpai pada perabot rumah tangga seperti sendok, garpu, dan lainnya.

Selain itu, beberapa komponen kendaraan juga menggunakan nikel sebagai campurannya, seperti pelek, knalpot, dan sebagainya.

Tak ketinggalan, nikel turut jadi bahan baku baterai lithium seperti yang ada pada telepon genggam dan peralatan elektronik lain.

Harga Baterai Mobil Listrik Mahal

Mungkin sudah bukan rahasia umum bahwa harga baterai mobil listrik juga mahal.

Baterai tersebut dapat memakan biaya 10 hingga 60 persen dari harga keseluruhan mobil tersebut.

Baterai Mobil Listrik Hyundai

Baterai Hyundai Ioniq 5. (Foto: Santo/Carmudi)

Di Amerika Serikat, harga baterai ini terbilang fantastis di mana dibanderol sekitar 13.500 dolar AS atau Rp189 jutaan.

Namun, sebagai catatan, angka tersebut adalah harga baterai mobil Tesla di mana harga mobilnya sendiri memang mahal sekali.

Komponen Mobil Listrik

Berikut beberapa komponen yang umumnya ada pada mobil listrik.

Traction Battery Pack

Komponen mobil listrik satu ini berfungsi menyimpan serta mengalirkan arus listrik secara searah (Direct Current (DC) ke inverter yang nanti digunakan untuk menggerakkan motor traksi.

Traction Battery Pack akan langsung memindahkan arus listrik ini saat controller mengirimkan sinyal untuk menggerakkan motor traksi.

Pada umumnya, traction battery pack berjenis lithium-ion di mana memiliki beberapa keunggulan seperti punya daya tahan baik.

Baik Hyundai Ioniq 5 maupun Kona Electric sama-sama mengandalkan baterai lithium-ion polymer.

Traction Motor

Traction motor atau motor traksi merupakan sebuah dinamo listrik yang berguna untuk menggerakkan roda dan transmisi.

Komponen ini bisa dibilang menjadi salah satu komponen mobil listrik paling penting di mana dapat mempengaruhi performa mobilnya.

Jenis motor traksi yang paling banyak digunakan berupa Brushless DC Traction Motor (BLDC).

Untuk jenis Battery Electric Vehicle (BEV), motor tersebut menggantikan fungsi Internal Combustion Engine (ICE).

Charger

Charger tentu juga termasuk komponen mobil listrik yang fungsinya untuk mengisi daya baterai mobil tersebut.

Charger mengubah listrik Alternating Current (AC) menjadi DC untuk disimpan dalam baterai.

Sebenarnya, charger tidak benar-benar wajib ada di mobil listrik alias sebagai komponen pendukung.

Hal ini dikarenakan ada sejumlah tipe mobil listrik yang tidak membutuhkan casan untuk mengisi daya listrik pada mobilnya.

Secara umum, terdapat dua jenis casan mobil listrik.

Pertama, on board charger yang umumnya disematkan di dalam interior mobil ini.

Kedua, off board charger yang terdapat di luar eksterior mobil listrik.

Mobil dengan on board charger akan menerima arus bolak-balik (AC), sedangkan mobil dengan off board charger akan mendapat arus searah charging port sebagai titik referensinya.

Penulis: Nadya Andari
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,754

Fakta 5 Mobil ‘Buatan’ Yamaha, dari Jepang hingga Amerika

Jakarta — Banyak orang mengetahui Yamaha adalah produsen motor ataupun alat-alat musik. Namun, mungkin tidak banyak yang tahu Yamaha juga pernah membuat mobil.

Adapun mobil buatan Yamaha merupakan hasil kerja sama dengan beberapa perusahaan lain.

Berdasarkan penelusuran Carmudi di berbagai sumber, Yamaha pernah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan otomotif terkenal seperti Toyota, Volvo, hingga Ford untuk membuat mobil.

Dilansir dari situs web Car Throttle, berikut ini adalah mobil-mobil buatan Yamaha.

Toyota Altezza RS200

Yamaha dan Toyota memiliki sejarah yang terbilang panjang terkait kerja sama dalam pembuatan mobil.

Toyota Altezza RS200

Toyota Altezza RS200. (Foto: amazon)

Yamaha pernah merancang mesin 3S-GE inline-4 untuk Toyota Altezza RS200. Mesin ini juga dibenamkan di Celica, MR2, dan Rav4.

Perlu diketahui, Toyota Altezza RS200 adalah satu-satunya mobil yang dilengkapi mesin 3S-GE generasi kelima dan terakhir.

Mobil tersebut mempunyai sistem timing katup variabel, katup titanium, dan tenaga mencapai 209 hp pada 7.600 rpm.

Toyota 2000GT

2000GT

Toyota 2000GT. (Foto: Ilustrasi)

Nama Toyota 2000GT mungkin kurang familiar bagi orang awam.

Yamaha dan Toyota juga pernah bekerja sama untuk pembuatan mobil lain berupa 2000GT yang bisa dibilang termasuk salah satu mobil paling diminati kolektor kelas kakap dunia saat ini.

Ada yang menyebut bahwa mobil tersebut sebenarnya merupakan proyek Yamaha bersama Nissan.

Namun pada akhirnya, Yamaha beralih ke Toyota untuk menghadirkan 2000GT.

Dibekali mesin GT straight-6 2,3 liter dan double camshaft, mobil ini dapat mencapai tenaga hingga 150 hp.

Dengan mesin tersebut, kecepatan maksimum yang bisa diraih mencapai 217 km per jam.

Tak heran, Toyota 2000GT termasuk salah satu mobil tercepat di masanya.

Lexus LFA

Selain Toyota, Yamaha juga pernah bekerja sama dengan Lexus untuk pembuatan Lexus LFA.

Lexus LFA

Lexus LFA. (Foto: carbuzz)

Mesin mobil ini dirancang oleh Yamaha di mana diklaim terbaik yang pernah dibuat.

Mesinnya berupa V10 4,8 liter yang dapat menghasilkan tenaga hingga 533 hp.

Volvo XC90 V8

Volvo XC90 V8

Volvo XC90 V8. (Foto: carpixel)

Volvo XC90 V8 dibekali mesin V8 3,4 liter yang dirancang Yamaha untuk bisa masuk pasar Sport Utility Vehicle (SUV) di Amerika Serikat.

Dengan mesin tersebut, Volvo XC90 V8 memiliki tenaga yang mencapai 311 hp pada 6.000 rpm.

Ford Taurus SHO

Mesin pada Ford Taurus SHO turut dirancang oleh Yamaha. Mesinnya adalah V6 3,0 liter yang mampu menghasilkan tenaga hingga 223 hp.

Di masanya, tenaga mesin tersebut dinilai tidak masuk akal. Mesin mobil ini melampaui beberapa mesin V8 milik Mustang Fox Body.

Penulis: Nadya Andari
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,433