Kenapa Mobil Hidrogen Masih Belum Banyak Digunakan? Begini Jawaban Hyundai

Seoul – Selain mobil listrik ada juga jenis kendaraan lain yang ramah lingkungan, yaitu mobil hidrogen. Namun, keberadaan mobil hidrogen tak sepopuler mobil listrik berbasis baterai.

Sekarang ini sejumlah pabrikan otomotif tengah berlomba-lomba mengembangkan sekaligus mendatangkan mobil ramah lingkungan berbahan bakar hidrogen. Mobil hidrogen diyakini bisa menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan lingkungan.

Mobil Hidrogen Hyundai

Hyundai Nexo (Foto: Santo/Carmudi)

Salah satu pabrikan otomotif ternama yang sudah memasarkan mobil hidrogen ke konsumen adalah Hyundai. Adapun produknya bernama Hyundai Nexo.

“Hyundai telah mengembangkan teknologi hidrogen dan mengakui bahwa polusi lingkungan adalah salah satu masalah utama di dunia saat ini. Untuk mengatasi hal ini, Hyundai fokus pada pengembangan kendaraan bertenaga hidrogen, selain Nexo yang diluncurkan pada tahun 2018, guna mengurangi polusi lingkungan,” ungkap Chang Hwan Kim, Head of Battery Development Center Hyundai Motor Group (HMG) di Hyundai Kia Motors Namyang R&D Center di Korea Selatan, baru-baru ini.

Pengembangan teknologi hidrogen yang dilakukan oleh perusahaan berlogo “H” miring itu sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Sebelum kemunculan Nexo, pihaknya pernah mendatangkan Tucson hidrogen pada 2013.

Kendati demikian, hingga kini kendaraan hidrogen bisa dikatakan belum populer dan peminatnya masih sedikit. Tahun lalu saja, Hyundai hanya menjual 10 ribu unit mobil.

Mobil Hidrogen Hyundai

Hyundai Nexo di kantor pusat Hyundai (Foto: Santo/carmudi)

Hyundai mengakui kurangnya infrastruktur hidrogen membuat kendaraan jenis tersebut masih kalah pamor ketimbang mobil listrik.

“Hyundai Motor Company (HMC) mengakui bahwa dari perspektif konsumen, masih ada resistensi untuk membeli dan teknologi ini belum menjadi teknologi utama. Mereka merasakan adanya jarak karena kurangnya infrastruktur hidrogen dan harga tinggi kendaraan listrik hidrogen. Kendaraan hidrogen masih dianggap kurang fleksibel,” tutur Chang Hwan Kim.

Meski begitu pengembangan dan peluncuran mobil hidrogen dalam upaya memajukan teknologi terbaru di bidang hidrogen masih akan terus dilakukan oleh Hyundai.

Mobil Hidrogen Hyundai

Tabung hidrogen di Hyundai Nexo (Foto: Santo/Carmudi)

Seiring berjalannya waktu, perusahaan asal Korea Selatan itu yakin pasar kendaraan hidrogen akan terus tumbuh.

“Kami percaya bahwa pasokan kendaraan listrik hidrogen dapat berubah tergantung pada perubahan infrastruktur pengisian hidrogen dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, untuk memperluas penggunaan kendaraan hidrogen secara global, kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah di beberapa negara, karena ini melibatkan infrastruktur,” pungkas dia.

Penulis: Santo Sirait

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,357

Fokus Mobil Listrik, Hyundai: “Ini Jawaban Kami Mencapai Net Zero Emission”

Solo — Di tengah banyaknya kemunculan mobil listrik di Indonesia, PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) mengaku sudah punya visi lebih dulu dan ingin fokus pada kendaraan elektrifikasi.

Hyundai sendiri pertama kali hadir kembali di Indonesia melalui PT HMID 3 tahun yang lalu.

Astrid Ariani Wijana selaku Head of Marketing PT HMID menyebut saat itu pihaknya sudah memiliki visi dan misi net zero emission.

“Langkah ini sejalan dengan visi dan misi progress kemanusiaan, saat ini kami menilai memang mobil listrik adalah jawaban Hyundai untuk mencapai net zero emission,” kata Astrid ketika ditemui di Solo saat sesi test drive Stargazer X, Senin (28/8/2023).

Bahkan, masih menurut Astrid, merek asal Korea Selatan ini berniat menjadi game changer dengan imej yang berbeda dibandingkan pabrikan otomotif lainnya.

Fitur berkendara drive mode Hyundai Ioniq 6

“Hyundai sejak pertama kali masuk ke Indonesia memang saat itu kami masuk untuk melihat elektrifikasi. Makanya kita memang ingin menjadi pabrikan otomotif dengan imej berbeda,” ujarnya.

Kendati masih fokus pada kendaraan listrik, Hyundai sendiri tidak menampik bila ke depannya mereka akan menghadirkan kendaraan elektrifikasi lainnya.

Segmen elektrifikasi sendiri tak hanya membahas mengenai mobil listrik saja, tapi ada juga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Hybrid.

Oleh karenanya, Astrid tidak ingin bersikap gegabah dengan menyebut bahwa Hyundai hanya akan fokus di mobil listrik saja.

Cicilan Mobil Listrik Hyundai

Kona EV dan Ioniq EV produk awal Hyundai menuju net zero emission di Indonesia. (Foto: Carmudi)

Hyundai sendiri sudah memiliki mobil berteknologi elektrifikasi yang sudah dijual di beberapa negara, salah satunya Hybrid.

“Saya tidak bisa menjawab sekarang apakah kami hanya akan fokus di kendaraan listrik atau nanti akan ada renewable energy lain yang akan diambil. Sekarang memang masih di jalur kendaraan listrik,” sambung Astrid.

Sejak pertama kali PT HMID hadir di Indonesia 3 tahun lalu, Hyundai langsung memperkenalkan Kona electric, Ioniq electric, Ioniq 5, dan Ioniq 6 yang baru meluncur di GIIAS 2023 kemarin.

Penjualan mobil listrik Hyundai di Indonesia tahun ini pun terbilang positif, mencapai 5.849 unit wholesales (Januari—Juni).

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 792