Kelebihan dan Kekurangan DFSK Gelora E, Layak Dibeli? –

Sesi test drive yang diberikan oleh DFSK kepada kami untuk melakukan perjalanan dari Lampung ke Jakarta menggunakan Gelora E yang tentunya memberikan gambaran secara langsung mengenai kekurangan dan kelebihan mobil listrik komersial ini. 

Sebagai gambaran, jarak perjalanan yang kami tempuh lebih kurang 245 km yang dimulai dari Els Coffee di kawasan Kalibalau Kencana, Bandar Lampung menuju JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

kelebihan kekurangan gelora e

Yang cukup menarik, kami berhasil melakukan perjalanan ini hanya bermodalkan baterai penuh.

Iya, betul.

Kami melakukan perjalanan antar pulau ini hanya dengan memanfaatkan tenaga yang ada di baterai tanpa melakukan pengisian sekalipun selama perjalanan.

Kelebihan dan Kekurangan DFSK Gelora E

Sebelum kami memulai mengenai impresi berkendaranya, kami akan membahas terlebih dahulu mengenai kelebihan dan kekurangan dari mobil listrik DFSK Gelora E.

Kelebihan DFSK Gelora E

Kelebihan DFSK Gelora E yang pertama tentu harganya, dong.

PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia sudah menurunkan harga dari Gelora E.

Hal ini disebabkan oleh strategi DFSK untuk merakit secara lokal Gelora E.

Mobil yang mengisi segmen komersial ini pada 2021 lalu masuk ke dalam negeri dengan status unit Completely Built Up (CBU) dari Cina.

Hal inilah yang membuat harga jualnya kala itu menjadi mahal. 

kelebihan kekurangan gelora e

(Foto: DFSK)

Pada saat peluncuran, DFSK memperkenalkan 2 tipe yang terdiri dari minibus dan blind van.

Versi minibus dijual dengan harga Rp582,1 juta sedangkan blind van dijual dengan harga Rp484 jutaan.

Namun, per Februari 2023 lalu, DFSK mengumumkan bahwa Gelora E sudah diproduksi secara lokal.

Hal inilah yang membuat harga jualnya terpangkas jauh dari sebelumnya.

Versi produksi lokal untuk minibus kini dijual Rp399 juta sedangkan blind van dijual Rp350 juta.

Terlebih versi produk lokal ini sudah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35%.

Selisih ini tentunya menjadi kelebihan dari DFSK Gelora E.

Kelebihan lainnya dari DFSK Gelora E yakni dimensi yang cukup ideal sebagai mobil komersial ringan.

Di atas kertas, dimensinya cukup memudahkan untuk dikendarai.

Dimensi DFSK Gelora E

Panjang 4.500 mm
Lebar 1.680 mm
Tinggi 2.000 mm
Wheelbase 3.050 mm

Desainnya yang boxy atau mengotak juga salah satu alasan yang membuat mobil ini mudah dikendarai.

Spion mampu memberikan visibilitas dengan mudah dan jelas lantaran bodinya terlihat lurus dari depan sampai belakang tanpa adanya lekukan.

Jika dilihat secara data, dimensi dari DFSK Gelora E sepertinya terlihat kecil, ya. Tapi jangan salah, kelegaan kabinnya ternyata cukup bagus, lho. 

Kelebihan dan kekurangan DFSK Gelora E

Baik menjadi penumpang depan maupun belakang, ruang kaki dan kepalanya cukup lega.

Hal ini tentunya menjadi salah satu kelebihan dibanding kekurangan DFSK Gelora E.

Walaupun termasuk mobil komersial, tetapi DFSK memberikan AC pada masing-masing tipe.

Jadi kalau kalian berniat membeli Gelora E, jangan takut kepanasan.

Tipe minibus dan blind van sama-sama dibekali AC, kok!

Adanya AC ini tentunya menjadi poin penting pendukung kenyamanan saat berkendara.

Oh iya, tipe minibus bahkan juga dibekali dengan AC double blower untuk memberikan kenyamanan penumpang belakang.

Tapi untuk tipe blind van hanya mengandalkan AC di depan saja, ya. 

Bagaimana dengan fiturnya? Apakah sebanding dengan harganya?

Bicara soal fitur, kami bilang Gelora E tergolong biasa saja alias standar.

kelebihan kekurangan gelora e

Maklum, mobil untuk keperluan komersial umumnya tak dibekali banyak fitur demi memangkas harga jual.

Kira-kira ada fitur apa saja di mobil ini?

Berikut daftar fitur DFSK Gelora E:

  • Rem depan cakram 
  • Rem ABS
  • Electronic brake distribution 
  • Sensor parkir
  • Pengaturan spion elektrik 
  • Remot alarm central lock
  • Kamera mundur 
  • Power window 
  • Electric power steering 
  • Lampu kabut 
  • Head unit 8 inci touch screen
  • Lighter charger
  • Cup holder 

Kalau dilihat-lihat, mobil listrik komersial dengan harga mulai dari Rp350 jutaan ini rasanya cukup lumayan lah, ya.

Kelebihan lain dari DFSK Gelora E tentunya ada pada jarak tempuh yang cukup jauh.

Merek asal Cina ini mengeklaim jika Gelora E memiliki daya jelajah hingga 300 km.

Daya jelajah ini dihasilkan baterai berkapasitas 42 kWh yang tertanam di bagian bawah.

Torsi yang dihasilkan juga cukup oke, sekitar 200 Nm.

Kelebihan lain yang ada di mobil ini yakni adanya pilihan mode berkendara.

Pilihannya terdiri dari R (mundur), D (drive), N (neutral), dan E (Eco).

Pilihan mode berkendara ini bisa digunakan lewat tombol transmisi berbentuk putaran yang terletak di konsol tengah.

Anda yang ingin menghemat baterai bisa menggunakan mode E supaya lebih irit.

Selebihnya, sama seperti mobil matik pada umumnya, kok.

Walaupun statusnya sebagai mobil pekerja, tetapi DFSK memberikan fitur fast charging di mobil ini. 

Klaim yang diberikan oleh DFSK adalah mobil ini bisa dicas dari 20% hingga 80% hanya dalam waktu 80 menit saja. 

Sementara ketika baterainya kosong atau 0% hanya perlu waktu 2,5 jam untuk mengisi hingga 100%. 

Namun, saat memakai standard charging, waktu yang diperlukan untuk mengecas dari 0-100% sekitar 8 jam. 

Baik tipe minibus maupun blind van, sama-sama diklaim mampu menggendong beban seberat 2 ton lebih. 

Untuk minibus diklaim mampu membawa beban hingga 2,1 ton sementara versi blind van bisa mengangkut beban sampai 2,6 ton.

Maklum saja, versi blind van hanya dibekali 2 jok di depan saja sementara bagian belakangnya kosong. 

Kekurangan DFSK Gelora E

Setelah membahas kelebihan, kali ini kami akan mengupas tentang kekurangan dari DFSK Gelora E.

Salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah suspensi.

Tapi, tenang dulu suspensi keras ini tentu punya maksud dan tujuan.

Sebagai salah satu mobil pekerja, suspensi keras ini berguna untuk membawa beban berat.

Jika dilihat, suspensi belakang mobil ini memakai tipe per daun yang terdiri dari 5 lembar dengan tambahan stabilizer

Sementara suspensi depannya menggunakan macpherson independent dengan stabilizer

Baik duduk di depan maupun di belakang, kami merasa kurang nyaman apalagi ketika melewati jalan rusak.

Kerasnya suspensi ini juga diimbangi dengan jok yang karakternya cukup keras juga.

Tapi sekali lagi harus diingat bahwa mobil ini memang dikhususkan sebagai mobil pekerja sehingga kenyamanan berkendaranya harus dikorbankan.

Pada saat kami duduk di jok baris ketiga tipe minibus, bagian bawah jok terasa seperti ada besi yang mengganjal yang membuat kami merasa kurang nyaman duduk di situ. 

Ketika menghantam jalan rusak, bantingan saat duduk di jok baris ketiga ini terasa seperti mengocok perut lantaran posisi jok baris kedua berada tepat di atas roda belakang.

Mungkin saja jalan Lampung saat kami lewati memang banyak jalan rusak, atau bisa juga tekanan ban saat itu terlalu keras.

Kekurangan DFSK Gelora E yang harus diakui yakni material yang ada di dalam kabin terasa murah.

Hal ini dapat dilihat dari plastik-plastik yang menghiasi area kabin dari depan hingga belakang.

Kelebihan dan kekurangan DFSK Gelora E

Namun ,rasanya wajar jika mobil pekerja memang tidak dibekali dengan material berkualitas demi memangkas harga agar murah.

Tapi sah-sah saja jika memasukkan hal ini ke dalam poin kekurangan yang ada di mobil buatan Cikande, Serang, Banten.

Beberapa poin di atas merupakan kelebihan dan kekurangan yang bisa Carmudian lihat dari DFSK Gelora E yang menjadi mobil komersial listrik pertama yang dijual di Indonesia.

Tertarik membeli mobil produksi lokal ini?

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 3,848

Kurangi Emisi Karbon, Mobil Hybrid Layak Dapat Tambahan Insentif

Jakarta — Mobil hybrid atau Hybrid Electric Vehicle (HEV) dinilai layak mendapat tambahan insentif karena berdasarkan perhitungan emisi dari tangki bensin ke knalpot dapat mengurangi emisi karbon hingga 49 persen.

Ini berarti pengurangan emisi oleh dua HEV setara dengan satu mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) yang mencapai 100 persen.

Mobil hybrid

Mobil hybrid dinilai layak mendapat insentif. (Foto: Ilustrasi)

Selain itu, menurut Riyanto selaku pengamat otomotif LPEM Universitas Indonesia (UI), menjual dua HEV lebih mudah jika dibandingkan satu BEV.

“BEV saat ini mendapatkan insentif BBN dan PKB. Ini saya kira juga bisa dipertimbangkan ke HEV karena dapat mengurangi emisi hampir 50 persen. Mobil tersebut layak mendapatkan tambahan insentif,” ujar Riyanto saat Carmudi temui di Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta belum lama ini.

Adapun jenis insentif yang bisa diberikan ke HEV seperti pengurangan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Sebagai informasi, PKB dan BBNKB HEV sama seperti mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) yakni 12,5 persen dan 1,75 persen, sehingga totalnya 14,25 persen.

Sementara itu, tarif PPnBM mencapai 6 persen berdasarkan PP 74 tahun 2021.

Tarif PKB dan BBNKBnya pun diusulkan dipangkas jadi masing-masing 7,5 persen dan 1,31 persen, sehingga totalnya 8,81 persen, sedangkan untuk PPnBM, diusulkan turun menjadi 0 persen atau minimal 3 persen seperti Low Cost Green Car (LCGC).

Adanya tambahan insentif untuk HEV dipercaya dapat meningkatkan penjualan mobil tersebut hingga 104 ribu unit pada 2025.

mobil hybrid

Insentif mobil hybrid. (Foto: Ilustrasi)

Dengan demikian, Indonesia bisa mulai melokalisasi komponen mobil hybrid seperti baterai sehingga dapat menjadi basis produksi HEV untuk pasar dunia ke depannya.

Kemenperin sendiri telah mengkaji pemberian tambahan insentif HEV di luar PPnBM 6 persen.

Konsepnya yang menjadi dasar pemberian insentif adalah emisi karbon yang dikeluarkan mobil tersebut.

Semakin rendah emisinya, mobil ini dinilai layak diberikan insentif.

Penulis: Nadya Andari
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 625

Lebih Layak dari Wuling Air EV Lite?

Secara spesifikasi, Seres E1 bisa dibilang jauh lebih layak dibandingkan dengan pesaing terdekatnya, Wuling Air EV Lite.

Keduanya sama-sama pertama kali meluncur di ajang GIIAS 2023 lalu dan langsung berhadapan tatap muka.

Sebab, dari segi harga kedua mobil ini hanya berbeda Rp100 ribu saja. Seres E1 Type B dijual Rp189 juta OTR Jakarta, sedangkan Air EV Lite Rp188,9 juta OTR Jakarta.

Spesifikasi Seres E1

Pengecasan Seres E1 (Foto: Santo/Carmudi)

Wajar jika kami menyebut kedua mobil ini akan tatap muka secara langsung untuk berebut konsumennya di Indonesia.

Namun harus diakui jika Seres E1 memiliki spesifikasi yang lebih baik dibandingkan dengan Wuling Air EV Lite.

Anda bisa melihat hal tersebut lewat data spesifikasi Seres E1 di bawah ini.

Varian dan Harga Seres E1

Sebelum membahas mengenai spesifikasi detail, kenali dulu varian dan harga yang ada pada mobil listrik Seres E1.

Seres sendiri merupakan merek asal Cina yang di Indonesia berada di bawah naungan PT Sokonindo Automobile (DFSK).

Di Tanah Air Seres E1 hadir dalam 2 varian yang terdiri dari Type L sebagai varian tertinggi dan Type B sebagai varian terendah.

Keduanya memiliki beberapa perbedaan di bagian eksterior, interior, maupun fitur yang mudah dikenali.

spesifikasi seres e1

Seres E1 Type B tanpa roof rail (Foto: Carmudi)

Untuk Type L eksteriornya memiliki roof rail sementara Type B terlihat lebih polos. 

Di bagian dasbor tengah Type L memiliki head unit, sementara bagian dasbor Type B lebih polos dan kosong.

Perbedaan fiturnya antara lain Type L sudah memakai rem parkir elektrik, sementara Type B memakai tongkat model manual.

Soal harga, Seres E1 Type L dijual dengan banderol Rp219 juta OTR Jakarta sedangkan Type Rp189 juta OTR Jakarta.

Pilihan warna yang tersedia pun beragam mulai dari elegant white, mist rose, oxygen blue, dan fairy green.

Impresi Berkendara Seres E1 

Di ajang GIIAS 2023 lalu kami mendapat kesempatan untuk melakukan first drive Seres E1 Type B di area terbatas untuk mendapatkan impresi berkendara, meskipun hanya sesaat.

Posisi Duduk

Ketika mencoba duduk di depan, ruang kaki yang diberikan sangat lega dan visibilitasnya sangat baik.

Kaca depan dan bagian samping dibuat lebar untuk memudahkan pengendara melihat sekitar dengan mudah.

Sementara ketika duduk di belakang, ruang kakinya masih terbilang oke bagi penumpang dengan postur di atas 170 cm.

spesifikasi seres e1

Tidak terlalu sempit dan juga tidak terlalu luas. Untuk masuk ke belakang, penumpang harus terlebih dahulu melipat jok depan.

Pelipatannya pun juga mudah, cukup menarik tuas di sisi samping jok depan dan penumpang bisa melewatinya untuk duduk di belakang.

Interior Seres E1 ini juga terbilang sangat eye catchy berkat warna-warna terang yang diberikan.

Dimensi 

Walaupun terlihat adanya perbedaan, tetapi spesifikasi dimensi kedua tipe ini tetap sama-sama kompak dan mungil.

Anda bisa melihatnya dari data di bawah ini.

Dimensi Seres E1

Panjang 3.030 mm
Lebar 1.495 mm
Tinggi 1.640 mm
Ground clearance 135 mm
Wheelbase 1.960 mm

Di atas kertas, dimensi Seres E1 bisa dibilang tak berbeda jauh dengan Wuling Air EV yang punya spesifikasi di bawah ini.

spesifikasi seres e1

Bahkan Seres E1 sedikit lebih panjang dari Air EV. Artinya, kelegaan kabinnya lebih baik dibandingkan Air EV.

Dimensi Wuling Air EV

Panjang 2.974 mm
Lebar 1.505 mm
Tinggi 1.631 mm
Ground clearance 125 mm
Wheelbase 2.010 mm

Jika mengacu dari data di atas, Seres E1 punya beberapa kelebihan seperti lebih panjang dan juga ground clearance-nya lebih tinggi.

Namun urusan lebar, Air EV lebih unggul sedikit.

Spesifikasi Baterai Seres E1

Hadir dalam 2 varian, Seres E1 memiliki spesifikasi baterai berbeda yang terdiri dari standard dan long range.

Standard range 

Long range

Tipe baterai Lithium iron phosphate (IP67)Tipe baterai Lithium iron phosphate (IP67)
Kapasitas 13,8 kWhKapasitas 16,8 kWh
Jarak tempuh 180 kmJarak tempuh 220 km
Waktu cas daya AC3,5-4 jamWaktu cas daya AC4-4,5 jam
Tipe motor penggerakPermanent magnet synchronous motorTipe motor penggerakPermanent magnet synchronous motor
Penggerak Roda belakangPenggerak Roda belakang
Tenaga maksimum33,5 hp Tenaga maksimum40,2 hp 
Torsi maksimum 100 Nm Torsi maksimum 100 Nm 
Transmisi Otomatis Transmisi Otomatis 

Kaki-kaki Seres E1

Mobil yang mengusung konsep The Urban Electric Drive di Indonesia ini hadir dengan kaki-kaki yang juga mungil.

kaki-kaki Seres E1

Pelek 13 inci Seres E1 (Foto: Santo/Carmudi)

 Hal ini dapat dilihat dari penggunaan pelek berukuran 13 inci di semua rodanya. Bahkan ukuran bannya pun juga sama antara depan dan belakang.

Kaki-kaki 

Type L

Type B

Pelek 13 inci Pelek 13 inci 
Ban 145/60 Ban 145/60 
Suspensi depan MacPherson Suspensi depan MacPherson 
Suspensi belakang Torsion beam multilinkSuspensi belakang Torsion beam multilink
Rem depan Cakram Rem depan Cakram 
Rem belakang Cakram Rem belakang Tromol 
Steering Electronic power steering Steering Electronic power steering 

Fitur Seres E1

Sebagai mobil listrik dengan harga terjangkau, Seres membekali E1 dengan beberapa fitur yang diharapkan mampu memberikan kenyamanan pengguna.

Untuk Type L, fiturnya hadir lebih lengkap seperti adanya head unit di tengah berukuran 8,8 inci.

Mobil Listrik GIIAS

Interior Seres E1 Type B (Foto: Carmudi)

Head unit tersebut bisa digunakan untuk konektivitas smartphone lewat perangkat bluetooth yang disediakan.

  • Seat Belt Reminder
  • Isofix
  • Tire Pressure Monitoring System (TPMS)
  • Rear Parking Camera
  • Parking Sensor
  • Electric Parking Brake with Auto Hold (Type L)
  • Pedestrian Warning Sound
  • Hill Hold Control
  • Electronic Stability Control (ECS) with Traction Control System (TCS) (Type L)
  • Anti-lock braking System (ABS) with Electronic Brake Distribution
  • Event data recording system
  • Brake Assist (Type L)
  • Airbag system
  • Event Data Recording System
  • Automatic Lock & Collision Unlock
  • Cruise Control
  • Eco/Sport Mode
  • Energy Managing Display
  • Charging Status Display
  • Cruise control 
  • Battery system thermal management 
  • High voltage safety monitoring
  • Collision power failure protection 
  • Energy management display
  • Charging port cover reminder
  • Charging status display
  • AC Type 2 (Euro Standard) charging 

Kesimpulan 

Melilhat data spesifikasi di atas, rasanya Seres E1 bisa diandalkan untuk menjadi mobil aktivitas harian di perkotaan.

Konsumen bisa memilih kapasitas baterai dengan jarak tempuh yang terdiri dari 180 km dan 220 km dalam satu kali pengisian daya.

Pngaturan kaca jendela dan rem elektrik Seres E1 (Foto: Santo/Carmudi)

Harga yang ditawarkan pun bisa dibilang lebih murah dibanding Wuling Air EV yang sudah ada di Indonesia lebih dulu.

Kelegaan kabin dan kapasitas barang bagasinya pun lebih kurang serupa dengan Air EV, Carmudian hanya perlu menentukan pilihan saja.

Terlebih mobil listrik satu ini kabarnya juga akan diproduksi secara lokal di pabrik DFSK yang ada di Cikande, Serang, Banten. 

Jika sudah diproduksi secara lokal, bisa saja harganya ikut mengalami perubahan menjadi lebih rendah lagi ke depannya.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,201

Spesifikasi dan Harga Chery Omoda 5 EV: Crossover Listrik Layak Dinanti

Spesifikasi Chery Omoda 5 EV menarik untuk diulas sebab mobil ini diprediksi bakal segera masuk meramaikan pasar mobil listrik Indonesia.

Tanda-tandanya sudah terlihat sejak Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 pada bulan Agustus ketika Chery membuka periode pemesanan.

Spesifikasi Chery Omoda 5 EV

Spesifikasi Chery Omoda 5 EV menarik untuk diulas sebab mobil ini diprediksi bakal segera masuk meramaikan pasar mobil listrik Indonesia. (Foto: Chery)

Tentang Chery Omoda 5 EV

Nama Omoda 5 EV itu sendiri sebenarnya sudah terdengar sejak bulan April ketika mobil ini mengisi booth Chery dalam pameran Auto Shanghai 2023.

Model ini boleh dibilang sebagai versi Battery Electric Vehicle (BEV) dari Omoda 5 yang sudah lebih dulu dijual di Indonesia. 

Pada bagian eksteriornya terdapat beberapa perbedaan, misalnya bodi depan Omoda 5 EV yang menggunakan gril tertutup.  

Contoh perbedaan lain ada di bagian pelek dan eksterior Omoda 5 EV memiliki tampilan lebih simpel tanpa aksen-aksen merah.

Secara keseluruhan, mobil ini masuk ke dalam Sport Utility Vehicle (SUV) atau crossover dengan kapasitas kabin 5 penumpang.

Harga dan Varian

Untuk harga dan varian Omoda 5 EV di Indonesia memang masih menunggu kepastian sebab mobil ini belum resmi dijual.

Namun, konsumen sudah bisa melakukan pemesanan dengan memberikan tanda jadi sebesar Rp10 juta.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Carmudi pada akhir Agustus 2023, pihak Chery menerima sebanyak 100 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) mobil ini pada GIIAS 2023.

Adapun jumlah SPK secara keseluruhan yang dikantonginya pada pameran itu mencapai 576.

Dikatakan bahwa mereka yang telah melakukan SPK akan diprioritaskan untuk mendapatkan unit mobil ini pada awal 2024 mendatang.

Dalam keterangannya, pihak Chery juga menyampaikan bahwa mobil ini nantinya akan dijual dengan skema Completely Knock Down (CKD).

Adapun untuk pemesanan mobil ini dapat dilakukan di situs web Chery atau diler resminya.

Chery Omoda 5 EV GIIAS 2023

Dalam keterangannya, pihak Chery juga menyampaikan bahwa mobil ini nantinya akan dijual dengan skema Completely Knock Down (CKD). (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Spesifikasi Chery Omoda 5 EV

Mengingat mobil ini belum meluncur secara resmi maka informasi mengenai spesifikasinya juga masih terbatas.

Namun, konsumen bisa mendapatkan gambarannya mengenai beberapa hal, misalnya kapasitas baterai dan jarak tempuh maksimal.

Menurut beberapa sumber media asing, Omoda 5 EV memiliki daya tempuh 450 km berdasarkan pengetesan World Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP).

Adapun baterai yang digunakannya memiliki kapasitas 61 kWh.

Selain itu, mobil ini juga diklaim memiliki tenaga maksimum 150 kW dan torsi tertinggi 340 Nm.

Kemampuan akselerasinya dari posisi diam hingga 100 km/j diklaim hanya butuh waktu 7,8 detik.

Sementara itu untuk konsumsi energinya berada pada kisaran 15 kWh/100 km.

Seperti halnya mobil listrik kebanyakan, Omoda 5 EV juga memiliki fitur Vehicle to Load (V2L) untuk menjadi sumber tenaga listrik bagi barang-barang elektronik. 

Eksterior Omoda 5 EV

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa penampilan eksterior Omoda 5 EV masih memiliki kemiripan dengan Omoda 5 versi bensin.

Perbedaan paling jelas terlihat pada gril depannya yang dibuat tertutup seperti halnya mobil listrik kebanyakan.

Selebihnya, konsumen masih bisa melihat lampu DRL yang lancip di bagian depan hingga desain atap yang rendah di bagian belakangnya.

Kemudian untuk bagian kaki-kaki mobil ini dilengkapi dengan pelek berukuran 18 inci.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa dimensi mobil ini masih sama dengan versi bensinnya.

Spesifikasi ukuran bodi Omoda 5 EV memiliki dimensi panjang 4.400 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.588 mm, dan wheelbase 2.630 mm.

Desain eksterior Omoda 5 EV itu sendiri kembali menjadi bukti bahwa mobil-mobil China saat ini memiliki penampilan yang atraktif.

Interior kabin depan Omoda 5 EV di GIIAS 2023

Spesifikasi interior Omoda 5 EV itu sendiri memiliki konfigurasi 2 baris bangku alias mampu mengangkut 5 penumpang.

Interior Omoda 5 EV

Untuk unit yang dipamerkan di GIIAS 2023 lalu terlihat sudah menggunakan setir kanan.

Hal ini tentunya berbeda dengan unit yang Carmudi lihat sebelumnya dalam Auto Shanghai 2023.

Namun, interior kedua mobil tersebut tetap memiliki kesamaan, misalnya penggunaan bahan dengan pola kayu yang bisa ditemui di dasbor dan konsol tengah.

Kemudian pengemudi juga akan disuguhkan layar besar berukuran 24,6 inci dipadukan lingkar setir yang menggunakan desain flat bottom.

Secara keseluruhan nuansa kabin Omoda 5 EV pun terasa berbeda dibandingkan dengan versi bensin mobil ini.

Hal itu tak lepas dari penggunaan material berwarna cerah pada model BEV.

Spesifikasi interior Omoda 5 EV itu sendiri memiliki konfigurasi 2 baris bangku alias mampu mengangkut 5 penumpang.

Fitur-Fitur

Chery itu sendiri memposisikan brand dan produk-produk mereka di dalam kelas premium.

Oleh karena itu keberadaan fitur canggih juga menjadi perhatian utamanya.

Dalam keterangan resmi yang Carmudi terima disebutkan bahwa mobil ini dilengkapi 14 Advanced Driving Assistance System (ADAS) untuk meningkatkan keselamatan selama berkendara.

Hal itu masih ditambah lagi 6 Airbag yang terdapat di Omoda 5 EV menjamin tingkat keselamatan dari benturan keras dan Driver Monitoring System memastikan kewaspadaan pengemudi selama perjalanan.

Keberadaan fitur V2L juga menjadi salah satu keunggulan dari mobil ini.

Sebagai informasi, fitur V2L memungkinkan mobil ini menjadi sumber tenaga untuk barang-barang elektronik yang listriknya diambil dari baterai mobil ini. 

Chery Omoda 5 EV GIIAS 2023

Dapat disimpulkan hadirnya Omoda 5 EV pada GIIAS 2023 lalu merupakan sinyal kuat mobil listrik ini segera mengaspal di Indonesia. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Kesimpulan Spesifikasi Chery Omoda 5 EV

Dapat disimpulkan hadirnya Omoda 5 EV pada GIIAS 2023 lalu merupakan sinyal kuat mobil listrik ini segera mengaspal di Indonesia.

Terlebih lagi pihak Chery telah membuka pemesanan mobil tersebut bagi masyarakat Indonesia. 

Di atas kertas Omoda 5 EV menggunakan baterai dengan kapasitas 61 kWh yang menjanjikan jarak tempuh maksimum 450 km.

Angka tersebut dapat dinilai cukup ideal untuk sebuah kendaraan listrik yang bakal digunakan sehari-hari.

Selain itu, mobil ini juga diklaim memiliki tenaga maksimum 150 kW dan torsi tertinggi 340 Nm.

Kemampuan akselerasinya dari posisi diam hingga 100 km/j diklaim hanya butuh waktu 7,8 detik.

Sementara itu untuk konsumsi energinya berada pada kisaran 15 kWh/100 km.

Mobil ini juga memiliki banyak fitur keselamatan, seperti halnya belasan fungsi Advanced Driving Assistance System (ADAS).

Sayangnya, belum diketahui harga resmi Omoda 5 EV mengingat saat artikel ini dibuat mobil tersebut belum meluncur secara resmi.

Selanjutnya mari lihat beberapa pertanyaan mengenai mobil ini.

Berapa Jarak Tempuh Omoda 5 EV?

Omoda 5 EV diklaim memiliki jarak tempuh sejauh 450 km berdasarkan hasil tes WLTP yang dilakukan oleh pabrikan.

Apakah Omoda 5 Mobil Listrik?

Pada awalnya Omoda 5 hadir di Indonesia dengan dilengkapi mesin bensin berkapasitas 1.500 cc.

Namun, kemudian Chery memasarkan versi listriknya yang bernama Omoda 5 EV.

Penulis: Mada Prastya
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 4,522

Test Ride Vespa GTV Terbaru Seharga LCGC, Layak Nggak?

Jakarta – Carmudi mendapat kesempatan test ride Vespa GTV terbaru beberapa waktu lalu.

Test ride motor yang telah meluncur di Indonesia ini dilakukan di sekitaran Mal Pondok Indah, Jakarta Selatan selama sekitar 15-20 menit.

Sebelum test ride, Carmudi sempat mengagumi tampilan motor tersebut yang terlihat sangat stylish dan sporty.

Sebagai informasi, GTV terbaru hanya tersedia dalam pilihan warna Beige Sabbia yang mengusung kombinasi antara beige dengan corak grafis oranye.

Terlihat juga trim berwarna hitam matte di bagian lampu depan dan belakang maupun tepi bodi yang memperkuat kesan stylish pada motor tersebut.

Test ride Vespa GTV

Test ride Vespa GTV terbaru. (Foto: Carmudi)

Jok GTV terbaru terasa cukup empuk saat diduduki. Namun, Carmudi sebagai pengemudi yang memiliki tinggi 165 cm perlu jinjit saat menaiki motor ini.

Berdasarkan situs web resmi Vespa, GTV terbaru memiliki panjang 1.975 mm, lebar 775 mm, dan tinggi kursi 790 mm.

Meski demikian, GTV terbaru sudah disematkan keyless yang memudahkan Carmudi untuk menyalakan mesin motornya.

Selama dikendarai, akselerasi motor ini terasa halus.

Motor tersebut juga terasa bertenaga di mana mengandalkan mesin satu silinder berkekuatan 300 High Performance Engine (HPE) dengan celah katup 4 garis hingga injeksi elektronik.

Daya GTV terbaru pun mencapai 23,8 hp. Remnya sendiri cukup pakem saat berhenti di jalan yang macet.

Kenyamanan mengendarai GTV terbaru semakin terasa berkat suspensinya yang cukup empuk saat Carmudi melewati polisi tidur dengan sedikit mengerem.

Vespa GTV

Test ride Vespa GTV terbaru yang baru meluncur di Indonesia. (Foto: Carmudi)

Ditambah, GTV terbaru sudah menggunakan panel meter digital berdesain stylish yang di dalamnya menampilkan berbagai informasi penting dari motor tersebut.

Carmudi merasa percaya diri selama mengemudikan motor ini.

Bagi yang tertarik membelinya, perlu diketahui Vespa GTV terbaru ditawarkan dengan harga sangat tinggi.

Setara dengan harga Low Cost Green Car (LCGC), motor tersebut saat ini dibaderol Rp176 juta On The Road (OTR) Jakarta.

Penulis: Nadya Andari
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 344