Pakai Baterai Buatan Lokal, Harga Mobil Listrik Hyundai Bisa Turun?

Karawang – Mulai tahun depan mobil listrik Hyundai yang dipasarkan di Indonesia akan menggunakan baterai hasil produksi lokal. Harga mobil listrik Hyundai bisa saja turun.

Hyundai Motor Group melalui PT Hyundai Energi Indonesia (HEI) tengah membangun pabrik battery pack di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 32.188 meter persegi itu ditargetkan rampung dan memulai produksi massal pada paruh pertama 2024.

Baterai Mobil Listrik Hyundai

Baterai Hyundai Ioniq5 (Foto: Santo/Carmudi)

Baterai hasil produksi pabrik tersebut nantinya akan disalurkan ke pabrik perakitan mobil Hyundai yang dioperasikan oleh PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) untuk memenuhi pasokan baterai.

“Ya (baterainya) untuk mobil Hyundai, rencananya mulai tahun 2024,” ungkap Chang Oug Hong, President Director HEI, di sela-sela acara groundbreaking pembangunan pabrik, di Cikarang, Rabu (31/5/2023).

Saat ini untuk memenuhi pasokan baterai bagi mobil listrik Hyundai produksi lokal yakni Ioniq 5 masih impor dari luar Indonesia.

Jika nantinya pabrik battery pack yang didukung oleh PT HLI Green Power selaku perusahaan yang memproduksi sel baterai sudah berjalan dan mulai memasok baterai ke HMMI, maka bisa jadi harga mobil listrik Hyundai buatan lokal turun.

“Dahulu sebelumnya semua impor. Orang Indonesia yang mau beli mobil Hyundai harganya mahal. Sekarang dengan adanya value chain, semua ada di Indonesia, pasti harga (mobil listrik) turun,” terang Chang Oug Hong.

Dirinya belum bisa memastikan berapa persen harga mobil listrik Hyundai bisa turun, alasannya karena pabrik baru saja memulai pembangunan dan belum beroperasi penuh memproduksi maupun menyuplai baterai.

“Sekarang masih pembangunan, nanti tahun depan bisa dijelaskan lagi,” pungkas dia.

Pabrik Baterai Hyundai

Seremoni groundbreaking pembangunan battery system (Foto: Santo/Carmudi)

Pembangunan pabrik battery pack untuk mobil listrik Hyundai menelan biaya yang cukup besar, 60 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp900 miliar.

Dana tersebut diputuskan melalui pertimbangan matang dan terukur dari pirinsipal global Hyundai untuk memastikan rantai pasok kendaraan listrik berjalan maksimal.

Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 21.000 unit Battery System Assembly (BSA), hingga tahun depan, selanjutnya akan bertambah menjadi 56.000 BSA.

Pabrik HEI memiliki produksi 1,4 GWh dengan dua module production dan satu BSA production line hingga tahun depan.

Rencana ke depan ada penambahan satu module line dan dua BSA line serta memiliki kapasitas produksi 3,6 GWh sehingga total kapasitas bisa mencapai 5 GWh.

Penulis: Santo Sirait

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,713

Kapan Suzuki Produksi Grand Vitara Secara Lokal? –

Jakarta – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatat ratusan konsumen telah memesan Grand Vitara. Melihat animo positif ini, Suzuki berencana untuk melakukan produksi lokal pada Grand Vitara.

Donny Saputra 4W Marketing Director SIS mengatakan jika mobil yang saat ini didatangkan utuh dari India bisa saja produksi secara lokal di Indonesia.

Jika diproduksi secara lokal, ada kemungkinan harga jual dari Suzuki Grand Vitara bisa lebih terpangkas menjadi lebih murah dari yang ada saat ini.

Suzuki Grand Vitara produksi lokal

(Foto: Suzuki)

“Kami sedang mempelajari kemungkinan untuk produksi secara lokal jika permintaannya ini besar. Ke depannya studi produksi secara lokal Suzuki Grand Vitara di Indonesia,” ujarnya di sela penyerahan unit perdana Grand Vitara kepada konsumen, Sabtu (3/6/2023) di Senayan, Jakarta.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika kemungkinan harga yang lebih murah semuanya tergantung dari fitur yang diberikan. Bahkan jika kualitasnya meningkat, akan ada kenaikan harga yang diberikan.

“Harga itu tergantung fitur, kalau ada peningkatan pastinya ada perubahan harga dan sebagainya. Tapi dengan lokalisasi tentu akan memangkas jalur distribusi,” sambungnya.

Lebih dari 300 unit Suzuki Grand Vitara sudah Dipesan

Terhitung sejak pertama kali diperkenalkan pada Februari lalu hingga akhir Mei, SIS mendapat lebih dari 300 unit Grand Vitara pesanan konsumen.

“Total inden dari Februari sampai akhir Mei yang aktif dan masih menunggu sekitar 350 unit,” jelasnya.

Suzuki menargetkan penjualan Grand Vitara bisa di angka 2.000 unit atau sekira 300 unit per bulan.

Suzuki Grand Vitara produksi lokal

Melihat kemungkinan Suzuki Grand Vitara produksi secara lokal di Indonesia

Saat ini stok Grand Vitara di seluruh diler resmi Suzuki telah tersedia sehingga konsumen bisa lebih cepat mendapatkan unit.

“Unit yang dikirim dari pabrik ke diler itu 500. Artinya, inden dan suplai ini jelas lebih banyak suplai jadi tidak inden. Silakan datang ke diler,” pungkasnya.

Suzuki Grand Vitara hadir dalam 2 tipe, yakni GL dan GX. Khusus tipe GX tersedia pilihan single tone dan two tone dengan perbedaan harga yang sedikit.

Harga Suzuki Grand Vitara (OTR Jakarta)

  • Grand Vitara tipe GL: Rp359,4 juta
  • Grand Vitara tipe GX (single tone): Rp384,4 juta
  • Grand Vitara tipe GX (two tone): Rp387,4 juta.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,546

Chery Buka Wacana Rakit Lokal Mobil Listrik Omoda 5 EV

Jakarta — Mobil listrik Chery Omoda 5 EV memiliki kemungkinan menjadi model kendaraan berikutnya yang lahir dari pabrikan perakitan Chery di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Rifkie Setiawan, Head of Public Relations PT Chery Sales Indonesia kepada wartawan, Senin (12/6/2023) di Jakarta.

Chery Omoda 5 EV

Mobil listrik Chery Omoda 5 EV memiliki kemungkinan menjadi model kendaraan berikutnya yang lahir dari pabrikan perakitan Chery di Indonesia. (Foto: Carmudi/Rizen Panji)

Sebelumnya, Rifkie memastikan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) tersebut akan tampil perdana di Indonesia dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 bulan Agustus nanti.

Namun, penampilan Omoda 5 EV pada pameran tahunan itu masih sebatas display alias belum diluncurkan secara resmi.

Statusnya sebatas “barang pameran” bertujuan sebagai referensi bagi konsumen terhadap produk yang bakal diluncurkan Chery pada masa mendatang.

“Untuk Omoda BEV sudah pasti kita display di sana. Sepertinya sudah setir kanan yang dibawa. Kita masih display saja, belum launching, belum introduction dan lain-lain,” katanya.

Dengan kata lain pihaknya belum berencana untuk menjualnya atau membuka pemesanan pada saat GIIAS 2023 berlangsung.

Lain cerita jika Chery melihat antusiasme yang besar dari konsumen terhadap Omoda 5 EV.

Jika situasinya demikian maka pihak Chery mau tak mau bakal membuka pre order.

Menurut Rifkie, hal ini berkaca dari pengalaman yang sudah-sudah. Mobilnya belum resmi diluncurkan, tapi peminat sudah berdatangan.

“Kalau untuk inden belum ada rencana, tapi kita lihat kalau misal antusiasmenya besar, kita tidak bisa bendung juga. Kita lihat respons dari market dulu,” katanya.

Harga Omoda 5 EV Dipengaruhi Basis Produksi

Terkait harga, menurut Rifkie sekarang pihak Chery sedang melakukan perhitungan.

Salah satu faktor yang memengaruhi banderolnya ialah basis produksi. 

“Untuk harga belum ada bayangan mau di harga berapa. Karena kita masih riset dulu, karena terkait basis produksi. Nanti akan rencana untuk CKD (Completely Knock Down) juga Omoda BEV, jadi kita masih hitung struktur harganya,” ungkapnya.

Chery Omoda 5 EV di shanghai Auto Show 2023

Pihak Chery disebut tengah melakukan perhitungan untuk harga Omoda 5 EV. (Foto: Carmudi/Rizen Panji)

Dikatakan, pada saat ini Chery memiliki pabrik di Pondok Ungu, Bekasi yang menjadi tempat dirakitnya semua model Chery untuk pasar Indonesia. 

“Kapasitas produksi sudah di 2.000 unit per bulan. Ini bisa kita maksimalkan dengan produk yang akan kita launching,” sambung Rifkie.

Untuk diketahui, Chery sudah lebih dulu memasarkan Omoda 5 versi bensin di Indonesia dengan harga Rp334,8 juta sampai Rp404,8 juta.

Sementara itu, Omoda versi listrik pertama kali menjalani debut dunianya pada pameran Auto Shanghai 2023 bulan April lalu.

Penulis: Mada Prastya
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 3,228

Aerotech Merek Lokal Mulai Dijual, Harga Rp800 Ribuan

Jakarta — Produsen pelek lokal dengan merek HSR Wheels kembali menyodorkan produk baru, kali ini mereka merilis pelek Boafeo dan Aerotech.

HSR Boafeo dan HSR Aerotech hadir guna memenuhi kebutuhan jiwa muda yang ingin meningkatkan aerodinamika.

Boafeo sendiri merupakan pelek bergaya racing dengan model palang 10.

Pelek terbaru ini hadir dengan bobot yang lebih ringan.

Uniknya, pelek ini menggunakan ring melingkar layaknya cincin penyangga yang bisa menahan tekanan maupun benturan dari luar.

Secara desain, Boafeo menggunakan dop besar dengan pola hexagonal yang punya 2 fungsi.

Fungsi pertama untuk menutup baut agar terlihat lebih rapi dan kedua sebagai pengunci cover tambahan di area luar (face).

aerotech lokal

Sementara Aerotech merupakan cover pelek yang berbentuk piringan yang kini sedang digandrungi.

Piringan ini sebenarnya sudah ada sejak era akhir 1980 hingga 1990-an yang tren dipakai di Eropa dan Amerika Serikat.

Aerotech yang didesain untuk pasar lokal ini diklaim mampu menambah tampilan mobil menjadi lebih keren.

Tak hanya itu, penggunaannya pun juga diklaim mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Hendra Wijaya, Direktur Marketing HSR Wheel mengatakan Aerotech lokal ini mampu meminimalisir hambatan udara pada mobil.

“Pembuatan HSR AeroTech dibuat sangat detail dengan memperhatikan desain konstruksi, material yang kuat. Hasilnya diharapkan bisa tampil lebih percaya diri dengan tampilan mobilnya,” ujarnya kepada kami, Kamis (20/7/2023).

aerotech lokal

HSR menilai Aerotech buatan lokal ini dirancang dengan 3 bagian konstruksi mulai dari pelek, dop kunci, dan grafis.

Pembuatan ini membutuhkan proses panjang dari awal hingga tahap siap dipakai.

Untuk saat ini HSR menyediakan Aerotech dalam 2 ukuran yang terdiri dari 15 dan 16 inci dengan berbagai varian desain grafis.

Sementara Boafeo, hadir dalam 3 ukuran yang terdiri dari 15, 16, dan 17 inci.

Pilihan lubang PCD pada pelek Boafeo pun variatif mulai dari 4×100, 4×114,3, dan 5×114,3 dengan ET42.

Warna yang tersedia terdiri dari silver, bronze, gun metal, dan matte black.

Lantas, berapa harga yang ditawarkan untuk pelek Boafeo dan Aerotech?

HSR membanderol 1 set Boafeo dengan harga Rp5,2 juta hingga Rp6,6 juta. Sedangkan untuk Aerotech dijual mulai dari Rp850 ribu.

Jika konsumen ingin membeli paket bundling antara Boafeo dan Aerotech, HSR memberikan harga spesial mulai dari Rp6 jutaan sampai Rp7,4 jutaan.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 3,161

Baru Kantongi 100 SPK, Chery Optimis dan akan Rakit Lokal Omoda 5 EV

Jakarta — Chery Indonesia tengah bangga atas pencapaian SPK produk mobil listrik pertamanya; Omoda 5 EV.

Hal tersebut didasari dari hasil positif atas jumlah pemesanan Omoda 5 versi listrik yang melantai secara perdana di GIIAS 2023 lalu.

Chery Omoda 5 EV

Saat itu, bukan hanya memajangnya, PT Chery Sales Indonesia (CSI) pun telah membukan periode pre-book untuk mobil listrik berdaya jarak tempuh 450 km tersebut.

Chery melaporkan telah mengantongi 100 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Omoda 5 EV selama 11 hari pameran di ICE-BSD, Tangerang kemarin.

“Ini adalah momen yang membanggakan bagi kami karena respons yang sangat baik untuk Chery Omoda 5 EV,” kata Shawn Xu, Presiden PT CSI dan Vice President Chery International, dikutip dari siaran resmi, Sabtu (26/8/2023).

Di tengah isu pencemaran udara yang merambak kota-kota besar di Indonesia, pamor mobil listrik ke depannya diprediksi akan semakin meningkat.

Melihat kondisi tersebut Shawn menuturkan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan serta tren kesadaran lingkungan melalui mobil listrik berkualitas.

Dari sumber yang sama pula, Chery memastikan akan merakit mobil listrik ini secara lokal.

Chery Omoda 5 EV

(Foto: Carmudi/Rizen Panji)

Tak hanya memenuhi permintaan pasar dalam negeri, PT CSI pun tengah mematangkan rencana dalam menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil-mobil premium setir kanan untuk pasar global.

“Chery bangga dapat menjadi salah satu merek kendaraan premium di Indonesia yang menghadirkan mobil listrik dan mendukung visi Gaikindo tahun ini, yaitu mendukung lingkungan untuk masa depan yang lebih baik dan bebas dari polusi,” pungkas Shawn.

Melihat antusiasme yang tinggi terhadap calon EV pertamanya, Chery pun memperpanjang periode pemesanan dengan kuota terbatas dengan biaya pre-book Rp10 juta.

Sekilas Tentang Omoda 5 EV

Chery Omoda 5 EV

(Foto: AutoCosmos)

Omoda 5 EV pertama kali muncul di Shanghai Auto Show 2023 beberapa waktu lalu.

Mobil ini diklaim pabrikan memiliki daya maksimal hingga 222 hp dengan sumber tenaga dari baterai berkapasitas 61 kWh.

Omoda 5 EV mampu berakselerasi 0—100 km/jam dalam waktu 7,8 detik.

Dalam sekali pengecasan hingga daya baterai penuh, crossover asal Tiongkok ini mampu menempuh jarak hingga 450 km.

Terkait pengecasan, untuk mencapai 80 persen daya baterai, mobil ini hanya perlu dicas selama 35 menit saja.

Penulis: Dimas Hadi

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,004

Kemenperin Berharap Konten Lokal Kendaraan Listrik Capai 80%, Harga Jadi Lebih Murah?

Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia mengupayakan konten lokal pada kendaraan listrik mencapai 80% pada tahun 2023.

Hal ini merupakan salah satu tujuan dari Peta Jalan Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai yang diterbitkan baru-baru ini.

Kemenperin Berharap Konten Lokal Kendaraan Listrik Capai 80%, Harga Jadi Lebih Murah?

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia mengupayakan konten lokal pada kendaraan listrik mencapai 80% pada tahun 2023.

“Peta jalan ini menguraikan langkah-langkah kunci dalam pengembangan komponen vital seperti baterai, motor listrik, dan converter dalam upaya mewujudkan kendaraan listrik yang lebih efisien,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang dirangkum dari keterangan resmi, Senin (11/9/2023).

“Salah satu hal yang ingin dicapai pada 2023 adalah kendaraan listrik yang memiliki efisien tinggi dan local content sekitar 80%,” sambungnya.

Dijelaskan, pada saat ini pemerintah menjalankan dua kebijakan utama untuk mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik.

Pertama, mengeluarkan bantuan pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua yang memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40%.

Kedua, memberikan potongan PPN DTP sebesar 5—10% untuk KBLBB roda empat dan bus elektrik tergantung pada kandungan lokal yang dimiliki.

“Pemerintah optimis bahwa target tersebut dapat tercapai. Kami juga menyambut baik industri yang berminat memanfaatkan insentif yang tersedia dalam pengembangan kendaraan EV di Indonesia,” tutup Menperin.

Target Satu Juta Mobil Listrik pada 2035

Diketahui pada saat ini ada sekitar 50 perusahaan yang mengembangkan kendaraan listrik di Tanah Air dengan total investasi mencapai lebih dari 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3 triliun.

Pemerintah sudah menetapkan target satu juta kendaraan roda empat yang beroperasi pada tahun 2035 merupakan kendaraan listrik.

Hal itu artinya sama setara dengan penghematan sekitar 12,5 juta barel Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mengurangi CO2 sebanyak 4,6 juta ton.

Motor Listrik Selis

(Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Selain itu, pemerintah juga menetapkan target sebanyak 12 juta unit kendaraan listrik roda dua dan tiga beroperasi pada 2025.

Hal tersebut setara dengan penghematan 18,86 juta barel BBM dan pengurangan 6,9 juta ton CO2.

Penulis: Mada Prastya
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 676

Pabrik Alva di Cikarang Rekrut Tenaga Kerja Lokal Lulusan SMK

Cikarang — Pabrikan motor Alva telah bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam merekrut tenaga kerja lokall lulusan SMK di kawasan Delta Silicon Industrial Park, Cikarang, Jawa Barat.

Mereka yang ingin bekerja di pabrik Alva akan dilatih sesuai standar Alva Manufacturing Way.

pabrik Alva

Alva telah bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam merekrut tenaga kerja lokall lulusan SMK di kawasan Delta Silicon Industrial Park, Cikarang, Jawa Barat. (Foto: Alva)

“Kehadirkan pabrik Alva di Indonesia menandai kesiapan Alva dalam industri kendaraan listrik di Indonesia. Adapun kolaborasi dalam perekrutan tenaga kerja lokal adalah inisiatif kami agar bisa berdaya dengan talenta muda Indonesia,” ujar Purbaja Pantja, President Director PT Ilectra Motor Group (IMG) beberapa waktu lalu.

Para pekerja pun ditunjang penerapan sistem robotik dalam tahap perakitan motor listrik karena pabrik telah menerapkan industri 4.0.

Dengan fasilitas dan teknologi yang ada, pabrik Alva dapat memproduksi hingga 100 ribu unit motor per tahun dengan pengaturan 3 shift.

Efektifitas proses pemesanan sampai pengiriman unit kepada konsumen juga dimaksimalkan.

“Kami berupaya menghadirkan konsep manufaktur berbeda sebagai game changer dalam industri kendaraan listrik sehingga bukan hanya menerapkan teknologi terdepan untuk meningkatkan keahlian para pekerja, tapi juga membawa manfaat serta semangat kolaborasi bagi komunitas, persyarikatan agama, dan masyarakat setempat,” jelas Purbaja.

Namun demikian, pabrik Alva ini baru menerapkan 1 shift di mana produksinya sekitar 1.200 unit per bulan.

Pabrik alva

Pabrik Alva dapat memproduksi satu unit motor dalam waktu tiga menit. (Foto: Alva)

Harga Motor Alva September 2023

Alva debut di Indonesia pada 2022 lalu, tepatnya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 dengan meluncurkan motor listrik pertamanya, Alva One.

Berikut ini daftar harga motor listrik Alva (OTR Jakarta):

  • Alva One Rp36,49 juta
  • Alva Cervo Rp37,75—42,75 juta

Penulis: Nadya Andari
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 766

Mantap! Hyundai Kembangkan R&D Melalui Pemasok Komponen Lokal

Jakarta — PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) mengembangkan fasilitas Research and Development (R&D) secara mandiri dengan memanfaatkan pemasok komponen lokal.

Hal ini menjadi yang pertama bagi Hyundai di Indonesia, bahkan sudah diaplikasikan pada model terbarunya Stargazer X.

Hyundai mengembangkan pemasok komponen lokal melalui rangkaian program Supplier Education.

Sejak 2021 lalu, HMMI menjaring pemasok lokal untuk dibina, dievaluasi, hingga didorong mengembangkan fasilitas R&D mandiri.

pemasok lokal hyundai

PT Frina Lestari Nusantara (FLN) menjadi salah satu perusahaan pemasok komponen yang mengikuti program ini yang kini memiliki fasilitas R&D.

Hampir seluruh proses desain, pengembangan material, hingga pengujian komponen dilakukan secara mandiri.

Bong Kyu Lee, President Director PT HMMI mengatakan bahwa FLN membuat Hyundai bangga dan terpacu untuk mendukung industri otomotif.

“Melihat bagaimana PT Frina Lestari Nusantara berkembang hingga mempunyai kapabilitas fasilitas R&D yang mumpuni, membuat kami sangat bangga dan terpacu,” ujarnya.

Commercial Director PT Frina Lestari Nusantara, C Tri Djoko Irwanto merasa sangat berterima kasih lewat adanya program tersebut.

“Aktivitas ini sangat meningkatkan kemampuan engineering kami untuk membuat sendiri engineering drawing dan disetujui oleh pusat R&D Hyundai,” sambungnya.

pemasok lokal hyundai

Lewat berbagai level pelatihan dengan beragam program serta pendekatan yang intensif, Hyundai membagikan ilmu manufaktur canggih yang dimiliki kepada para mitra di Indonesia.

Melalui program tersebut, para pemasok lokal Hyundai ini dibina, didukung, dan juga didorong untuk meningkatkan kemampuan engineering.

Pelatihan oleh HMMI ini dipusatkan di Hyundai Mobility Innovation Center (MIC) yang dilengkapi MS Lab dengan total 70 perlengkapan evaluasi pengujian.

Tak cuma itu, MIC juga memiliki fasilitas Engine Durability Test Lab yang terdiri dari 13 perlengkapan pengujian mesin gamma II yang diproduksi oleh HMMI untuk pengetesan durabilitas hingga 300 jam.

Fungsi utama MIC adalah untuk mengembangkan produk-produk komponen yang sesuai untuk pasar Asia Tenggara dan meningkatkan kapabilitas perusahaan lokal dalam mengembangkan verifikasi suku cadang.

MIC juga menyediakan ruangan Lab EV/Kolaborasi untuk mendukung industri EV Indonesia dengan menggandeng perguruan tinggi, perusahaan otomotif Indonesia, AP Quality Center, hingga workshop kendaraan.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 813