Tips Perawatan Komponen Pengereman Sepeda Motor yang Kerap Terlupakan


Pemilik sepeda motor wajib hukumnya melakukan perawatan pada komponen pengereman. Hal ini mengingat peran rem sangat penting untuk mengendalikan laju kendaraan terutama saat hendak memperlambat putaran roda.

Sistem pengereman pada sepeda motor memiliki beragam komponen dengan peran yang berbeda-beda, tapi saling berkaitan. Komponen yang dimaksud adalah kampas rem dan minyak rem.

Kampas rem bekerja menekan bagian cakram atau dinding tromol bagian dalam, sehingga daya gesek yang diberikan mampu memperlambat dan menghentikan putaran roda.

Motor matik jalan turunan dan tanjakan

Menghadapi Jalan Turunan dan Tanjakan dengan Motor Matik (Foto: Yamaha)

Sedangkan minyak rem berfungsi untuk mendorong piston di kaliper rem agar kampas bisa menjepit cakram sesuai tekanan saat tuas master rem ditarik.

Minyak rem juga bisa mengurangi panas akibat gesekan logam pada komponen kampas dan cakram.

Mengingat pentingnya perawatan komponen pengereman pada sepeda motor, berikut ini beberapa tips yang bisa diikuti.

Cek dan Bersihkan Kampas Rem

Agar kinerja pengereman sepeda motor maksimal, pengguna jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan kampas rem dan minyak rem secara rutin atau pada saat melakukan perawatan berkala.

Jika kondisi kampas rem masih bagus, pengguna sepeda motor cukup membersihkannya saja menggunakan brake cleaner atau air bersih.

Bersihkan kotoran seperti pasir, debu halus, atau kotoran lain yang menempel khususnya di area alur kampas rem agar tekanan pada kampas rem tetap sama rata sehingga kinerja sepeda motor tetap optimal.

Apabila saat melakukan pengereman mengeluarkan bunyi berdecit, hal itu menandakan kampas rem sudah mulai menipis sehingga perlu dilakukan pergantian.

Komponen Pengereman Motor

Ilustrasi kampas rem motor (Foto: YouTube)

Perhatikan Jarak Kampas Rem dengan Cakram

Pastikan kampas rem memiliki jarak bebas dengan cakram untuk menghindari terjadinya gesekan yang berulang antara kedua komponen tersebut meski tuas rem tak digunakan.

Gesekan yang terjadi secara terus menerus bisa membuat cakram dan kampas hangus atau aus, sehingga bisa menyebabkan rem tidak bekerja secara maksimal.

Pengecekan dan Penggantian Minyak Rem

Pengguna sepeda motor perlu sesekali melakukan pengecekan terhadap volume minyak rem di dalam tabung reservoir. Pastikan tingkat minyak rem berada di batas normal, kondisinya jernih dan tidak kotor.

Jangan lupa untuk selalu mengganti minyak rem kurang lebih ketika mencapai jarak 24.000 km atau setiap dua tahun sekali. Namun, hal ini perlu disesuaikan dengan gaya berkendara dan rutinitas jalan yang dilalui.

Komponen Pengereman Motor

Ilustrasi mengganti minyak rem motor (Foto: Louis)

Gunakan Komponen Berkualitas dan Asli

Selain wajib melakukan perawatan, pengguna sepeda motor juga mesti menggunakan komponen pengereman yang berkualitas dan asli supaya kinerja pengereman semakin optimal dan awet.

Antonius Widiantoro, Asst. General Manager Marketing – Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam keterangan resminya, Jumat (21/7/2023) mengatakan fungsi pengereman pada sepeda motor perlu mendapatkan perhatian khusus dari para penggunanya.

“Dengan perawatan yang tepat serta didukung penggunaan komponen sepeda motor yang berkualitas akan membuat sistem pengereman lebih optimal,“ terangnya.

Penulis: Santo Sirait

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Post Views: 1,394

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *